Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 6 menit yang lalu
JAKARTA, KOMPASTV Presiden Prabowo Subianto menyampaikan rakyat harus dibantu, berdayakan melalui koperasi.

Adapun koperasi yang dibantu, yang diperkuat dan diberdayakan.

"Saudara-saudara sekalian semua barang-barang subsidi, akan disalurkan melalui koperasi merah putih. Barang-barang subsidi tidak bisa diperdagangkan," kata Presiden di sela Pidato di DPR, Jumat (14/8/2026).

Riuh di DPR pun menggema setuju dengan pernyataan presiden terkait BUMN.

"Barang yang disubsidi uang rakyat untuk rakyat bukan dagangan. BUMN milik rakyat indonesia. BUMN tidak boleh milik direksi. BUMN bukan milik komisaris, bukan pula sumber dana bagi penguasa," kata Presiden disambut riuh anggota dewan.

Prabowo juga mengaku khawatir jika seluruh persoalan yang ditemukan di BUMN dibuka kepada publik.

"Kalau saya laporkan semuanya, saya takut rakyat kita marah semuanya, Saudara-saudara. Terlalu banyak BUMN yang tidak produktif. Rugi terus laporannya untung. Ngarang aja itu untungnya itu," tegas Presiden. (timecode 5:00)

Produser: Yuilyana

Thumbnail Editor: Joshua

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/685548/riuh-dpr-kala-presiden-singgung-bumn-bukan-milik-komisaris-kalau-saya-buka-semua-masyarakat-marah
Transkrip
00:01Saudara-saudara sekalian dengan kooperasi Merah Putih ini untuk pertama kali dalam sejarah Republik Indonesia dari sejak kita menerima kedaulatan,
00:14untuk pertama kali negara akan menguasai rantai pasok sendiri sehingga tidak bisa kita dipermainkan oleh saudagar-saudagar yang hendak mempermainkan
00:38pasar.
00:38Kita tidak anti pasar, tidak bisa kita anti pasar, ekonomi adalah didasarkan atas bergeraknya pasar,
00:52tapi pasar bisa dimanipulasi, pasar bisa dirusak, pasar bisa diatur oleh mereka yang menguasai modal besar.
01:06Dan karena itu, rakyat kita harus kita bantu, kita harus organisir, kita harus berdayakan melalui kooperasi.
01:19Kooperasi yang dibantu, kooperasi yang diperkuat, kooperasi yang diberdayakan.
01:28Saudara-saudara sekalian, semua barang-barang subsidi akan disalurkan melalui kooperasi Merah Putih.
01:41Sehingga barang-barang subsidi tidak boleh dan tidak bisa diperdagangkan.
01:54Subsidi adalah uang rakyat, barang yang disubsidi, disubsidi oleh uang rakyat untuk rakyat dan bukan dagangan.
02:09Saudara-saudara, BUMN adalah milik seluruh rakyat Indonesia.
02:13BUMN tidak boleh milik direksi, bukan milik komisaris, bukan pula sumber dana bagi penguasa.
02:42Maaf, agak terlalu semangat.
02:47Ketika kita bentuk dana antara, ya itu adalah dana kedaulatan kita, Sovereign Wealth Fund.
02:55Kita menemukan bahwa ada 1074 BUMN.
03:06Dan BUMN-BUMN itu ada yang punya anak perusahaan, dan ada yang punya cucu perusahaan.
03:16Bahkan ada yang punya cicit perusahaan.
03:19Ini luar biasa.
03:23Saya mengira BUMN itu adalah 300 atau 400.
03:285074.
03:31Dan BUMN-BUMN ini
03:38Kadang-kadang bekerja seenaknya.
03:44Tidak bertanggung jawab kepada bangsa, kepada negara.
03:49Pemerintah tidak dianggap.
03:53Saya tidak faham bagaimana bisa terjadi seperti ini.
04:03Mungkin harus kita bentuk suatu pengadilan ad-hoc khusus untuk kita usut pengurus-pengurus direksi 30 tahun kebelakang mungkin.
04:24Tapi saya juga akan menghadapi majlis, saya akan menghadapi DPR, saya akan minta kalau perlu kita memberi juga peluang semacam
04:36amnesti khusus untuk mereka yang tobat, mereka yang sadar, mereka yang mengakui.
04:47Nah ini saya serahkan kepada wakil-wakil rakyat untuk memutuskan.
05:00Kalau saya laporkan semuanya, saya takut rakyat kita marah semuanya.
05:07Saudara-saudara,
05:11terlalu banyak BUMN yang tidak produktif.
05:15Rugi terus laporannya untung.
05:19Ngarang aja itu, untungnya itu.
05:25Kita kena masalah.
05:27Karena banyak perusahaan-perusahaan asing kan juga kerjasama dengan BUMN kita.
05:32Jadi kita harus menghilangkan ini, permainan-permainan ini.
05:36Tapi, saya dengan bangga, hari ini saya melaporkan kepada majlis yang terhormat.
05:45Hari ini, kita telah menutup 290 BUMN.
05:54Pada Desember 31, 2026, kita targetkan hanya akan memiliki paling banyak 300 BUMN.
06:10750 BUMN lebih akan kita tutup.
06:15Hanya yang produktif, hanya yang menciptakan nilai tambah untuk rakyat akan kita pertahankan.
06:23Ini mungkin adalah restrukturisasi korporasi terbesar di dunia.
06:33Dengan perampingan jumlah BUMN, hari ini saja kita telah menghemat biaya overhead sekitar 50 triliun rupiah.
06:46Hanya dari gaji, direksi, komisaris, sewa gedung, sewa mobil, perjalanan, dinas, bla bla bla bla bla, kita sudah menghemat 50
06:59triliun rupiah lebih.
07:02Target kita, Desember 31, target kita, kita harus menghemat 70 triliun lebih.
07:10Kita bisa bayangkan dengan 50 triliun berapa puskesmas bisa kita perbaiki, berapa sekolah bisa kita renovasi, berapa rumah untuk rakyat
07:29kita bisa kita berikan.
07:31Jadi seluruh daripada sekalian, untuk itu saya memberi penghargaan khusus kepada pimpinan dari Danantara, dengan seluruh timnya, seluruh jaringannya.
07:51Silahkan berdiri.
07:55Kita tepuk tangan.
08:04Juga tim pertanian, tim ekonomi, saya minta berdiri semua.
08:09Saya minta majlis memberi penghargaan ke mereka, tim ekonomi juga yang...
08:15Menteri Keuangan, Menteri Ekon.
08:21Kalau Menteri Keuangan senyum, saya merasa aman.
08:26Tapi kalau saya umumkan subsidi tambah, mengkerut beliau.
08:32Saudara-saudara, akhir tahun lalu, kita telah tutup seribu tambang timah ilegal di Bangka Belitung.
08:46Seribu tambang ilegal, saya telah minta Panglima TNI dan Kapolri untuk usut masak seribu tambang pejabat TNI dan pejabat Polri,
09:04tidak tahu.
09:12Kapolri dan Panglima TNI, usut, untuk apa negara kasih pangkat, kasih jabatan, mereka-mereka kalau tidak bisa tertipkan ini.
09:25Saya bicara atas nama rakyat Indonesia. Ini wakil-wakil rakyat semua di sini.
09:36Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan