00:00Sinyal menjauhnya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran dilontarkan Trump
00:05usai melontarkan pernyataan soal tuntutan ganti kerugian perang.
00:10Lalu bagaimana skenario Iran dan Amerika Serikat dalam mengakhiri perang ini
00:15kita akan bahas bersama dengan pakar strategi militer dan pertahanan
00:19dari Pusat Pengkajian dan Penerapan Angkatan Udara
00:22yang juga merupakan alumni US Air War College yakni Mas Agung Sasongkojati.
00:28Halo Mas Agung, selamat petang. Apa kabar? Semoga sehat selalu untuk Anda dan juga keluarga.
00:33Oke, selamat petang. Terima kasih.
00:36Ya Mas Agung, ini kan ada tuntutan untuk saling melakukan ganti rugi
00:42di saat sebelumnya memang hal itu dilontarkan Iran sebagai syarat untuk perdamaian.
00:46Lalu Trump ini bilang kalau begitu berarti ganti rugi juga harus dilakukan Iran terhadap Amerika Serikat
00:52apalagi perang yang terjadi selama 50 tahun.
00:54Nah, apakah tuntutan balik Trump ke Iran ini menjadi salah satu bentuk penolakan syarat damai
00:59yang dilakukan secara terang-terangan?
01:02Jadi gini ya, Iran dan Oman sudah menyelesaikan bagaimana cara mengatur mengenai keluar Hormuz
01:08keluar masuk selat Hormuz sudah oke.
01:10Dengan pengaturan yang sudah disetujui dan itu kelihatan bagus ya.
01:15Dan selanjutnya Iran menentukan juga.
01:17Karena kan sebetulnya kan masalahnya bukan selat buka seratus Hormuz itu, selat Hormuz dibuka itu adalah artikel 5 dalam MOU.
01:25Itu dijelaskan oke.
01:26Tapi banyak artikel dalam MOU meskipun MOU sudah tidak berlaku.
01:29Tapi kan tetap menjadi syarat.
01:31Mau dibuka Hormuz ada syaratnya.
01:34Sebagai pihak yang tidak menang, tidak kalah.
01:36Tapi kayaknya Iran menundukkan Amerika.
01:38Karena pada akhirnya Amerika tidak memegang seratus Hormuz.
01:40Karena akhirnya Iran yang memegang seratus Hormuz.
01:42Yang bisa mengagak kendali.
01:43Itu kan ada beberapa syarat ya, 6 syarat.
01:46Tetapi saya yang konteknya langsung saja mengenai ini.
01:49Jadi penghentian total blokade.
01:50Kemudian pencabutan sanksi ekspor minyak.
01:52Serta pembayaran ganti rugi kerusakan perang.
01:54Nah kerusakan perang ini apa saja?
01:56Kerusakan pada infrastruktur energi.
01:58Fasias pelabuhan di Bandar Abad.
02:00Serta kerugian ekonomi akibat penghentian ekspor minyak.
02:03Nah ini kenapa?
02:04Karena Iran melihat dari dasar hukumnya.
02:07Amerika itu melanggar kedulutan wilayah.
02:08Dan hukum internasional mengadakan serangan dengan tidak sesuai dengan aturan internasional.
02:14Nah Donald Trump menolak mentah-mentah dan meluncurkan tuntutan balasan.
02:18Dengan ngomong juga.
02:19Jadi dia minta kompensasi atas semua kerugian personil militer.
02:24Jadi bukannya kerugian benda.
02:26Tapi kematian personil.
02:28Jadi beda.
02:29Dan termasuk korban demonstran.
02:31Nah ditambah langsung naik keluarga minyak ya.
02:34Namun sekarang mari kita lihat bagaimana sih kalau kita mengenai rumus mengenai ganti rugi ini.
02:40Kompensasi ya.
02:42Praktik adalah untuk negosiasi.
02:46Jadi gak pernah dihitung berdasarkan rumus akutansi murni atau audit faktual.
02:51Nah ini kan berfungsi sebagai diplomatic bargaining chip.
02:54Atau instrumen penawar nilai politik.
02:56Jadi ada tiga tingkatan.
02:58Pertama, kalkulasi asimetris finansial dengan konsisi ekonomi.
03:02Karena kedua-duanya megang angka klaim saling berhutang belakang.
03:05Dan miliaran dolar.
03:07Amerika menuntut ganti nyawa.
03:09Iran menuntut ganti kerusakan secara fisikal.
03:12Jadi tidak pernah berupa penyerahan uang langsung.
03:15Tetapi diadakan mulai dengan nilai pembebasan sanksi.
03:18Jadi ada nilai sanksi dibebaskan.
03:20Kemudian jadi gitu.
03:22Absumsi kerugian Iran dikompensasi dengan pembukaan kembali akses pembukaan luar negeri.
03:26Jadi bukannya minta uang seperti itu.
03:29Tetapi membuat akses Iran dibuka.
03:31Kemudian untuk jalur kedua.
03:33Jalur mekanisme klaim gabungan.
03:35Jadi ada arbitresi ya.
03:37Secara historis seperti ini.
03:39Maka klaim kematian personal diserahkan komisi arbitrase independen.
03:43Atau lembaga pertelan ketiga.
03:45Yang akan membuka klaim tersebut.
03:46Dan untuk kesepakatan apa kesepakatannya.
03:49Kemudian terakhir adalah.
03:51Pernyataan penyusuhan tanpa pengakuan kesalahan.
03:54Kenapa?
03:55Nanti dipinggirkan bantuan kemanusiaan.
03:57Atau dana rekonstruksi regional.
03:59Yang didanai oleh konsorsium negara-negara.
04:01Yang mungkin memberikan pinjaman dulu.
04:04Nanti pengembalian pinjaman itu berupa uang-uang Iran yang sudah dibekukan.
04:09Itu akan untuk membalikkan pinjaman.
04:10Oke.
04:11Berarti untuk kompensasi ini tidak selalu ganti rugi dalam bentuk uang.
04:15Tapi ada kompensasi politik.
04:17Dan juga kompensasi ekonomi itu tadi.
04:18Tapi kalau dua-duanya meminta ganti rugi sama-sama merasa jadi korban.
04:23Ini yang realistis dalam waktu dekat.
04:25Ini yang seperti apa?
04:26Dimungkinkan seperti apa?
04:28Ya kan gini.
04:30Itu kan baru Oman dengan Iran tuh.
04:32Mengenai selaturmus.
04:33Tapi kan Iran dan Amerika kan gini.
04:35Mau ganti rugi mau apapun itu kan harus di meja perundingan.
04:38Artinya ini kedua pihak ini harus maju lagi meja perundingan.
04:41Untuk berunding lagi seperti dulu.
04:43Karena kan kalau ngomong doang kan gak ada hutang yang bayar.
04:46Tidak harus ketemu lagi di suatu sidang atau pertemuan.
04:49Dirumuskan.
04:50Jadi sebetulnya diminta Iran tuh adalah batas maksimal apa yang dia minta.
04:55Amerika terserah kamu mau apa.
04:56Mau nuklir kek mau apa.
04:57Nanti dirundingkan.
04:58Jadi omongan di media masa ini bukan sesuatu yang akan diwujudkan langsung di jauh.
05:04Tapi merupakan bahan untuk perundingan gitu loh.
05:07Oke.
05:08Perundingan masih?
05:08Orang bilang.
05:09Contohnya ada yang bilang.
05:10Wah nanti Iran minta gini.
05:12Wah gak bisa gini-gini.
05:13Kok sudah ribut?
05:14Itu kan nanti tuh bahan untuk berunding.
05:17Nanti dirundingkan satu persatu.
05:18Kamu diganti rugi dengan apa.
05:20Banyak uang ini nanti oke.
05:22Nanti kalau ini ada proyek ini begitu.
05:24Bukannya langsung sok tahu.
05:26Langsung menduga bahwa nanti akan uang.
05:29Gak bisa begitu.
05:30Itu nanti jatuhnya bahan untuk perundingan.
05:32Oke.
05:32Berarti skenario paling mungkin dalam menyudahi perang ini apa Pak?
05:35Singkat saja.
05:37Berunding lagi.
05:38Karena untuk detailnya.
05:40Kan tetap Iran harus memuntungkan dengan detail.
05:42Ditanda tangani resmi.
05:44Menjadi dokumen sah.
05:45Bukannya omong-omongan di dalam media masa.
05:48Dijadikan bahan debat.
05:49Yang enggak.
05:50Nanti itu kan di meja perundingan.
05:52Bahan untuk berunding.
05:54Yang diomongkan Donald Trump silahkan.
05:56Nanti diberunding lagi ngomong.
05:57Karena kan detailnya harus detail.
05:59Gak mungkin cuman.
06:00Nanti saya bayar yang besok kamu transfer ke saya.
06:02Nanti langsung dibuka.
06:03Kan gak begitu.
06:04Harus ada perundingan lagi.
06:05Oke.
06:05Menarik untuk disimak.
06:06Bagaimana penyelesaian dari konflik Amerika Serikat dan Iran.
06:09Terutama tadi melihat bagaimana perundingan yang akan terjadi dalam waktu dekat.
06:13Terima kasih sudah berbagi pandangan bersama kami di Kompas Petang.
06:16Kompas TV.
06:17Pakar strategi militer dan pertahanan dari Pusat Pengkajian dan Benerapan Angkatan Udara.
06:21Termasuk juga alumni US Air World College.
06:23Pak Agung Sasong Kojati.
06:25Salam sehat selalu Pak.
06:26Terima kasih.
06:27Terima kasih.
06:28Selamat sore.
06:28Terima kasih.
Komentar