Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Presiden Iran menegaskan jika pemimpin tertinggi Ayatollah Mojtaba Khamenei menyerukan persatuan dan kekompakan dalam pertemuan yang membahas perekonomian negara serta sanksi dari Amerika Serikat.

Presiden Masoud Pezeshkian memaparkan pertemuan dengan pemimpin tertinggi Iran berlangsung selama 7 jam.

Dalam pertemuan Ayatollah Mojtaba Khamenei menekankan pentingnya persatuan. Ini adalah pertemuan kali kedua Presiden Iran dengan pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamenei.

Sinyal menjauhnya kesepakatan damai AS-Iran, dilontarkan Trump usai pernyataan soal tuntutan ganti kerugian perang. Lalu bagaimana skenario Iran dan AS mengakhiri perang?

Kita bahas bersama Pakar Strategi Militer dan Pertahanan dari Pusat Pengkajian dan Penerapan Angkatan Udara yang juga merupakan Alumni US Air War College, Agung Sasongkojati.

Baca Juga Presiden Iran Masoud Pezeshkian Bocorkan Isi Pertemuan dengan Mojtaba Khamenei di https://www.kompas.tv/internasional/685024/presiden-iran-masoud-pezeshkian-bocorkan-isi-pertemuan-dengan-mojtaba-khamenei

#iran #trump #mojtaba

_

Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal berita ini? Komentar di bawah ya!


Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/685093/full-analisis-pakar-soal-trump-tuntut-ganti-kerugian-perang-ke-iran-hingga-blokade-hormuz
Transkrip
00:00Sinyal menjauhnya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran dilontarkan Trump
00:05usai melontarkan pernyataan soal tuntutan ganti kerugian perang.
00:10Lalu bagaimana skenario Iran dan Amerika Serikat dalam mengakhiri perang ini
00:15kita akan bahas bersama dengan pakar strategi militer dan pertahanan
00:19dari Pusat Pengkajian dan Penerapan Angkatan Udara
00:22yang juga merupakan alumni US Air War College yakni Mas Agung Sasongkojati.
00:28Halo Mas Agung, selamat petang. Apa kabar? Semoga sehat selalu untuk Anda dan juga keluarga.
00:33Oke, selamat petang. Terima kasih.
00:36Ya Mas Agung, ini kan ada tuntutan untuk saling melakukan ganti rugi
00:42di saat sebelumnya memang hal itu dilontarkan Iran sebagai syarat untuk perdamaian.
00:46Lalu Trump ini bilang kalau begitu berarti ganti rugi juga harus dilakukan Iran terhadap Amerika Serikat
00:52apalagi perang yang terjadi selama 50 tahun.
00:54Nah, apakah tuntutan balik Trump ke Iran ini menjadi salah satu bentuk penolakan syarat damai
00:59yang dilakukan secara terang-terangan?
01:02Jadi gini ya, Iran dan Oman sudah menyelesaikan bagaimana cara mengatur mengenai keluar Hormuz
01:08keluar masuk selat Hormuz sudah oke.
01:10Dengan pengaturan yang sudah disetujui dan itu kelihatan bagus ya.
01:15Dan selanjutnya Iran menentukan juga.
01:17Karena kan sebetulnya kan masalahnya bukan selat buka seratus Hormuz itu, selat Hormuz dibuka itu adalah artikel 5 dalam MOU.
01:25Itu dijelaskan oke.
01:26Tapi banyak artikel dalam MOU meskipun MOU sudah tidak berlaku.
01:29Tapi kan tetap menjadi syarat.
01:31Mau dibuka Hormuz ada syaratnya.
01:34Sebagai pihak yang tidak menang, tidak kalah.
01:36Tapi kayaknya Iran menundukkan Amerika.
01:38Karena pada akhirnya Amerika tidak memegang seratus Hormuz.
01:40Karena akhirnya Iran yang memegang seratus Hormuz.
01:42Yang bisa mengagak kendali.
01:43Itu kan ada beberapa syarat ya, 6 syarat.
01:46Tetapi saya yang konteknya langsung saja mengenai ini.
01:49Jadi penghentian total blokade.
01:50Kemudian pencabutan sanksi ekspor minyak.
01:52Serta pembayaran ganti rugi kerusakan perang.
01:54Nah kerusakan perang ini apa saja?
01:56Kerusakan pada infrastruktur energi.
01:58Fasias pelabuhan di Bandar Abad.
02:00Serta kerugian ekonomi akibat penghentian ekspor minyak.
02:03Nah ini kenapa?
02:04Karena Iran melihat dari dasar hukumnya.
02:07Amerika itu melanggar kedulutan wilayah.
02:08Dan hukum internasional mengadakan serangan dengan tidak sesuai dengan aturan internasional.
02:14Nah Donald Trump menolak mentah-mentah dan meluncurkan tuntutan balasan.
02:18Dengan ngomong juga.
02:19Jadi dia minta kompensasi atas semua kerugian personil militer.
02:24Jadi bukannya kerugian benda.
02:26Tapi kematian personil.
02:28Jadi beda.
02:29Dan termasuk korban demonstran.
02:31Nah ditambah langsung naik keluarga minyak ya.
02:34Namun sekarang mari kita lihat bagaimana sih kalau kita mengenai rumus mengenai ganti rugi ini.
02:40Kompensasi ya.
02:42Praktik adalah untuk negosiasi.
02:46Jadi gak pernah dihitung berdasarkan rumus akutansi murni atau audit faktual.
02:51Nah ini kan berfungsi sebagai diplomatic bargaining chip.
02:54Atau instrumen penawar nilai politik.
02:56Jadi ada tiga tingkatan.
02:58Pertama, kalkulasi asimetris finansial dengan konsisi ekonomi.
03:02Karena kedua-duanya megang angka klaim saling berhutang belakang.
03:05Dan miliaran dolar.
03:07Amerika menuntut ganti nyawa.
03:09Iran menuntut ganti kerusakan secara fisikal.
03:12Jadi tidak pernah berupa penyerahan uang langsung.
03:15Tetapi diadakan mulai dengan nilai pembebasan sanksi.
03:18Jadi ada nilai sanksi dibebaskan.
03:20Kemudian jadi gitu.
03:22Absumsi kerugian Iran dikompensasi dengan pembukaan kembali akses pembukaan luar negeri.
03:26Jadi bukannya minta uang seperti itu.
03:29Tetapi membuat akses Iran dibuka.
03:31Kemudian untuk jalur kedua.
03:33Jalur mekanisme klaim gabungan.
03:35Jadi ada arbitresi ya.
03:37Secara historis seperti ini.
03:39Maka klaim kematian personal diserahkan komisi arbitrase independen.
03:43Atau lembaga pertelan ketiga.
03:45Yang akan membuka klaim tersebut.
03:46Dan untuk kesepakatan apa kesepakatannya.
03:49Kemudian terakhir adalah.
03:51Pernyataan penyusuhan tanpa pengakuan kesalahan.
03:54Kenapa?
03:55Nanti dipinggirkan bantuan kemanusiaan.
03:57Atau dana rekonstruksi regional.
03:59Yang didanai oleh konsorsium negara-negara.
04:01Yang mungkin memberikan pinjaman dulu.
04:04Nanti pengembalian pinjaman itu berupa uang-uang Iran yang sudah dibekukan.
04:09Itu akan untuk membalikkan pinjaman.
04:10Oke.
04:11Berarti untuk kompensasi ini tidak selalu ganti rugi dalam bentuk uang.
04:15Tapi ada kompensasi politik.
04:17Dan juga kompensasi ekonomi itu tadi.
04:18Tapi kalau dua-duanya meminta ganti rugi sama-sama merasa jadi korban.
04:23Ini yang realistis dalam waktu dekat.
04:25Ini yang seperti apa?
04:26Dimungkinkan seperti apa?
04:28Ya kan gini.
04:30Itu kan baru Oman dengan Iran tuh.
04:32Mengenai selaturmus.
04:33Tapi kan Iran dan Amerika kan gini.
04:35Mau ganti rugi mau apapun itu kan harus di meja perundingan.
04:38Artinya ini kedua pihak ini harus maju lagi meja perundingan.
04:41Untuk berunding lagi seperti dulu.
04:43Karena kan kalau ngomong doang kan gak ada hutang yang bayar.
04:46Tidak harus ketemu lagi di suatu sidang atau pertemuan.
04:49Dirumuskan.
04:50Jadi sebetulnya diminta Iran tuh adalah batas maksimal apa yang dia minta.
04:55Amerika terserah kamu mau apa.
04:56Mau nuklir kek mau apa.
04:57Nanti dirundingkan.
04:58Jadi omongan di media masa ini bukan sesuatu yang akan diwujudkan langsung di jauh.
05:04Tapi merupakan bahan untuk perundingan gitu loh.
05:07Oke.
05:08Perundingan masih?
05:08Orang bilang.
05:09Contohnya ada yang bilang.
05:10Wah nanti Iran minta gini.
05:12Wah gak bisa gini-gini.
05:13Kok sudah ribut?
05:14Itu kan nanti tuh bahan untuk berunding.
05:17Nanti dirundingkan satu persatu.
05:18Kamu diganti rugi dengan apa.
05:20Banyak uang ini nanti oke.
05:22Nanti kalau ini ada proyek ini begitu.
05:24Bukannya langsung sok tahu.
05:26Langsung menduga bahwa nanti akan uang.
05:29Gak bisa begitu.
05:30Itu nanti jatuhnya bahan untuk perundingan.
05:32Oke.
05:32Berarti skenario paling mungkin dalam menyudahi perang ini apa Pak?
05:35Singkat saja.
05:37Berunding lagi.
05:38Karena untuk detailnya.
05:40Kan tetap Iran harus memuntungkan dengan detail.
05:42Ditanda tangani resmi.
05:44Menjadi dokumen sah.
05:45Bukannya omong-omongan di dalam media masa.
05:48Dijadikan bahan debat.
05:49Yang enggak.
05:50Nanti itu kan di meja perundingan.
05:52Bahan untuk berunding.
05:54Yang diomongkan Donald Trump silahkan.
05:56Nanti diberunding lagi ngomong.
05:57Karena kan detailnya harus detail.
05:59Gak mungkin cuman.
06:00Nanti saya bayar yang besok kamu transfer ke saya.
06:02Nanti langsung dibuka.
06:03Kan gak begitu.
06:04Harus ada perundingan lagi.
06:05Oke.
06:05Menarik untuk disimak.
06:06Bagaimana penyelesaian dari konflik Amerika Serikat dan Iran.
06:09Terutama tadi melihat bagaimana perundingan yang akan terjadi dalam waktu dekat.
06:13Terima kasih sudah berbagi pandangan bersama kami di Kompas Petang.
06:16Kompas TV.
06:17Pakar strategi militer dan pertahanan dari Pusat Pengkajian dan Benerapan Angkatan Udara.
06:21Termasuk juga alumni US Air World College.
06:23Pak Agung Sasong Kojati.
06:25Salam sehat selalu Pak.
06:26Terima kasih.
06:27Terima kasih.
06:28Selamat sore.
06:28Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan