Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi capaian pemerintahannya yang telah berjalan dua tahun ini.

Hal ini disampaikan Presiden Prabowo di acara peluncuran buku Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

Presiden Prabowo memberikan rapor OK atas kinerja pemerintahannya.

Salah satu capaian paling nyata, kata Prabowo, adalah swasembada pangan.

Presiden Prabowo Subianto memberikan nilai rapor memuaskan untuk kinerja Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

Presiden Prabowo mengibaratkan penilaian ini sebagai penilaian midsemester di pemerintahannya.

Untuk mengulas rapor "oke" yang diberikan Presiden Prabowo pada kabinetnya, kita bahas bersama Ketua DPP Partai Golkar Ali Mochtar Ngabalin dan peneliti Poshdem Universitas Andalas, Feri Amsari.

Baca Juga Prabowo Cek Buku Pelajaran Siswa, Minta Buku Ajar SD-SMA Dievaluasi Total di https://www.kompas.tv/nasional/684621/prabowo-cek-buku-pelajaran-siswa-minta-buku-ajar-sd-sma-dievaluasi-total

#prabowo #kabinetmerahputih #presidenprabowo #pemerintah

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/684635/ngabalin-feri-amsari-respons-pernyataan-prabowo-soal-rapor-oke-untuk-2-tahun-pemerintahannya
Transkrip
00:00...capaian pemerintahannya yang telah berjalan dua tahun ini.
00:04Hal ini disampaikan Presiden Prabowo Subianto di acara peluncuran buku Menteri SDM Bahlil Lahadalia.
00:13Presiden Prabowo memberikan rapor oke atas kinerja pemerintahannya.
00:19Salah satu capaian paling nyata kata Prabowo adalah suasembada pangan.
00:34Terusnya saya dua tahun ini kita baru berprestasi, tapi saya kira dua tahun bolehlah kita ya.
00:42Rapor kita oke, ya kan menurut saya ya.
00:46Kita sekarang berjalan, berdiri, menghadapi rakyat kita, menghadapi konstituen kita, menghadapi bangsa Indonesia.
00:57Kita penuh dengan kepercayaan diri karena kita telah membuktikan bahwa kita berhasil dengan nyata, ya kan.
01:07Suasembada pangan nyata, saudara-saudara.
01:13Periksa gudang semua. Kita siap. Ancaman di dunia, kita siap.
01:23Menanggapi pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang memberikan penilaian rapor oke kepada peperintahannya sendiri,
01:30jurubicara Patek Gerindra Sugiyasantoso menyampaikan pernyataan Presiden bukanlah klaim tanpa data.
01:35Penilaian ini sejala dengan tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo Gibran yang pencapai 63 persen.
01:49Pernyataan Presiden Prabowo Subianto bahwa kinerja 2 tahun pemerintahannya bernilai oke
01:53bukanlah bentuk klaim sepihak atau kepuasan yang prematur,
01:58melainkan refleksi atas kerja keras seluruh jajaran Kabinet.
02:07Presiden Prabowo Subianto, saudara, memberikan nilai rapor memuaskan untuk kinerja Menteri ESDF Bahlil Lahadalia.
02:14Presiden mengibaratkan penilaian ini sebagai penilaian mid semester di pemerintahannya.
02:24Terus menilai pekerjaan beliau dan saya menilai sampai sekarang beliau harus saya kasih rapor memuaskan.
02:40Menteri dapat 88-89 oke memuaskan, memuaskan.
02:49Tapi masih tengah, jadi ini 2 tahun masih ada, ini bisa dikatakan apa ya semester, apa semester, mid semester.
03:02Mengulas lebih dalam soal rapor oke yang diberikan Presiden Prabowo pada kabinetnya.
03:07Kita bahas bersama Ketua DPP Partai Gokar, Ali Mohtar Ngabalin.
03:11Bang Ngabalin, selamat sore.
03:12Selamat sore. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
03:16Waalaikumsalam. Dan nanti juga akan segera bergabung bersama kami.
03:19Sudah ada peneliti Posdem Universitas Andalas, Ferry Amsari.
03:23Bang Ferry, selamat sore.
03:26Selamat sore.
03:27Oke, saya mau ke Bang Ngabalin dulu.
03:31Bang Ngabalin, jadi parameter rapor oke yang disebut oleh Presiden Prabowo yang memberikan
03:35rapor oke untuk 2 tahun pemerintah ini.
03:38Jadi, parameternya apa sih Bang?
03:41Ya, terima kasih. Selamat sore.
03:44Terima kasih atas undangan yang bagus ini.
03:48Kita tahu kemarin dalam acara peluncuran buku
03:54Menteri SDM yang juga adalah Ketua Umum kami dari Partai Gokar.
04:00Presiden, sebetulnya kan belum 2 tahun ya, tetapi masih kurang ada beberapa bulan, itu 2 bulan lebih ya.
04:08Jadi, kalau untuk mengukur seberapa jauh atau bagaimana prosentase dari keberhasilan
04:20apa yang dilakukan oleh pemerintahan Prabowo Gibran dan jajarannya kan
04:25kita harus jujur dan harus terbuka menilai bahwa di tengah percaturan geopolitik
04:32yang sungguh sangat amat panas seperti hari ini.
04:36Sejarah negara lain, ambruk, ya, tidak berantakan
04:41tapi luar biasa rumit dan repot dalam menata kehidupan politik, ekonomi mereka
04:48dan Indonesia baik-baik saja, bukan?
04:52Saya harus menjelaskan, umpamanya ketika geopolitik itu terjadi
04:56antara Amerika, Serikat, dan Iran yang belum selesai.
04:59Jadi, itu tolak ukurnya yang paling kelihatan ya, menurut Abang ya.
05:04Artinya adalah dibandingkan dengan negara lain, kita masih oke gitu.
05:08Artinya karena acaranya adalah acaranya.
05:12Halo, karena terkait Menteri SDM sehingga tentu saja yang beliau bicarakan adalah
05:19berkait dengan apa-apa yang telah dan terus akan dilakukan
05:23bahkan penilaian masih ada terus dilakukan oleh Menteri SDM, Ketua Gokar.
05:28Jadi, saya harus mengatakan bahwa di waktu yang sangat singkat dialog kita
05:35banyak yang harus bisa saya sampaikan.
05:37Oke, Bang. Sebelum saya ke Abang lagi, berarti artinya adalah
05:40tadi salah satu poin yang kemudian bisa memberikan rapor oke itu
05:44karena tadi ya kita masih baik-baik saja di tengah gempuran global begitu.
05:48Kalau gitu, tapi kalau yang paling mungkin spesifik lagi, Abang.
05:52Kira-kira program apa yang paling dibanggakan dari Partai Gokar kepada pemerintahan Pak Perbo?
05:58Saya harus ingin menyampaikan bahwa kita tidak bicara putus saja pada Partai Gokar.
06:06Tetapi saya harus ingin mengatakan, kalau umpama dalam hal Partai Gokar,
06:11saya dalam kapasitas sebagai ketua bidang luar negeri dan hubungan internasional,
06:17kita punya jejak dari semua aktivitas dan kerja Partai Gokar.
06:23Umpama ini kalau itu yang Anda tanyakan kepada saya.
06:26Hubungan internasional dan kerja-kerja luar negeri.
06:29Oke, berarti lebih kepada kerja-kerja luar negerinya Pak Presiden begitu ya?
06:35Oke, kalau gitu saya langsung nanya ke Mas Ferry.
06:37Mas Ferry, sebenarnya kalau dibilang katanya rapor oke dua tahun pemerintahannya Pak Perbo,
06:42apa sih yang paling spesifik yang kemudian membuat rapor Pak Perbo itu oke selama dua tahun Mas Ferry?
06:48Ya, pertama tentu saja pernyataan oke itu selain tidak jelas, kabur ya.
06:56Dan juga bisa kita lihat bahwa tidak ada landasannya.
07:01Perspektifnya kan harusnya berhasil.
07:02Tapi dari Pak Tehgrindra bilang itu ada telak ukurnya, ada survei 63 persen kepuasan Mas.
07:06Nah, itu soal survei-survei nantilah bukti di lapangan dan kenyataan lapangan yang paling penting itu tidak tergambar dari pernyataan
07:16Pak Presiden Prabowo.
07:19Bahkan ini kan sebenarnya terburu-buru karena Kabinet Bayangan kan mau mengeluarkan rapor dua tahunan di bulan Oktober kan.
07:27Lalu di bulan oke karena akan berhadapan dengan fakta-fakta yang kita akan sampaikan mengenai kinerja dua tahun pemerintahan di
07:37bulan Oktober nanti.
07:39Tapi sekali lagi pernyataan Pak Perbo itu kan terlihat tidak percaya diri ya.
07:43Hanya oke gitu ya, apa yang tercapai, apa yang termenuhi tidak tergambar dengan gamblang dan bijaksana.
07:51Menurut saya ya dari pernyataan Bang Ngapalin juga, sebenarnya tidak tergambar apa capaian real untuk kehidupan di dalam negeri.
08:02Pernyataan itu hanya diberikan bahwa kondisi dunia sedang tidak baik-baik saja, ya kita oke lah.
08:09Kan artinya sebenarnya kalau kita menggunakan istilah orang Sumatera ya, ini lepas makan ya, daripada tidak ada ya oke saja
08:20begitu.
08:20Tidak menunjukkan capaian-capaian berarti terutama alat ukur yang tegas dan jelas dalam hal kepatuhan berkonstitusi.
08:29Oke.
08:29Perlu diingat bahwa, ya.
08:31Mas Ferry, tapi kemudian dibilang sama Pak Prabowo juga nih, kemarin sempat dikatakan contohnya suasembada pangan lebih kuat, ancaman tingkat
08:38global juga oke, Indonesia masih cool, masih tenang.
08:42Suasembada pangan itu kan sudah berdebat panjang ya, ini suasembada pangan atau suasembada beras.
08:49Fakta angka-angka soal kebenaran suasembada beras pun patut dipertanyakan.
08:54Data yang ada tidak menunjukkan bahwa beras itu berasal dari panen-panen yang ada di dalam negeri kita.
09:00Dia hanya bekas dari impor di masa lalu yang menumpuk di gudang-gudang kita yang diklaim sebagai suasembada beras.
09:08Nah, pada titik ini negara sama sekali tidak memberikan bukti, hanya klaim untuk memberikan kesat keberhasilan-keberhasilan semua yang kemudian
09:18hendak digunakan membangun propaganda keberhasilan pemerintah kita ya.
09:23Bang Abalin, katanya nih keberhasilan semua tanpa bukti, hanya klaim saja?
09:29Ya, kalau pangan kemudian menjadi sorotan yang tadi disebutkan oleh Ferry bahwa kemudian kalau dia tidak melihat bahwa produk-produksi
09:39domestik yang dilakukan oleh pemerintah dan ketahanan pangan itu tidak menjadi ukuran bagi Ferry dan teman-teman,
09:46saya kira keliru karena pemerintah kan fakta yang ada di tengah-tengah masyarakat itu kan saya harus bisa menyebutkan bahwa
09:56mengklaim tentang capaian suasembada pangan,
09:59kemudian produksi dan menjadi agenda utama itu kan strategis tetapi kita harus juga menyampaikan dan pemerintah itu kan membuka diri
10:11untuk bisa melakukan bagaimana harus diuji keberanjutannya.
10:15Yang kedua kalau saya harus menyebutkan dengan istilah yang disebut, kalau-kalau, kalau masuk dalam istilah itu ya,
10:23umpama hanya mengklaim kemudian sebagai bentuk isapan jempol, bagaimana mungkin kita tidak bisa menilai tentang pertumbuhan ekonomi yang harus ditahu
10:32bahwa pertumbuhan ekonomi PDB-nya,
10:35ya dia ada buktinya ya Bang ya disini ya?
10:38Jangan dulu potong supaya saya jelaskan, yang pada tahun 2025 itu adalah tumbuh 5,11 persen, kemudian naik menjadi 5
10:46,3 persen pada 2024,
10:50kemudian 2026 tumbuh menjadi 5,29 persen, apakah itu tidak menjadi bagian dari perhatian dan hari ini dirasakan oleh rakyat
10:59dan itu adalah capaian-capaian yang dilakukan oleh pemerintah?
11:02Masa sih kita punya mata, buta hati, buta mata, kemudian melihat bagaimana upaya kerja yang dilakukan oleh pemerintah,
11:10baik dari sisi umpama penanganan masalah kemiskinan, kemelapangan kerja, dan lain-lain.
11:15Jadi saya kira-kira kita perlu juga untuk bisa menyampaikan pemberlajaran kepada publik terkait dengan orang-orang pintar untuk menjelaskan
11:24satu perkara.
11:25Jadi saya juga harus bisa menyampaikan itu sebagai partai yang ada pada garda terdepan dalam membackup kinerja atau bicara tentang
11:35kerja-kerja yang dilakukan oleh kita.
11:39Yang kedua yang saya mau sebut begini, apakah dengan capaian-capaian kerja hubungan diplomatik, internasional, luar negeri yang selama ini
11:47dilakukan oleh pemerintah
11:49dalam membangun negosiasi, diplomasi terhadap geopolitik yang hari ini sampai terjadi?
11:54Bagaimana Menteri SM itu mempersiapkan diri dengan network yang ada, kemudian membicarakan dengan Rusia umpamanya
12:01terhadap cadangan-cadangan yang harus dilakukan dalam persiapan oil dan seterusnya gas dan semuanya?
12:08Apakah itu tidak menjadi bagian dari penilaian komponen?
12:12Oke, kalau gitu kita tanya, kita tanya ini ya abang ya ke Mas Meri ya.
12:16Mas Meri katanya itu tadi katanya perekonomian kita sudah semakin membaik kok, kemiskinan menurun, kemudian lapangan kerja juga terbuka.
12:25Bang Mbak Balin sedang ngomong apa sebenarnya?
12:28Satu misalnya soal relasi hubungan luar negeri.
12:32Apa yang dibanggakan sebagai capaian-capaian itu tidak jelas sama sekali.
12:37Berkabung dengan BOV, lalu tuju dengan ART, lalu berkabung dengan BRICS,
12:43faktanya tidak memberikan dampak apapun soal relasi luar negeri.
12:48Ini hanya klaim-klaim ya, luar negeri itu hanya jadi panggung pidato presiden untuk menunjukkan kemampuan bahasa Inggrisnya,
12:56bukan kemampuan diplomatiknya untuk bisa merangkul negara-negara yang ada dan sikap-sikap politik internasional Indonesia.
13:04Sama sekali tidak ada data yang menunjukkan keberhasilan diplomatik, itu hanya pengakuan.
13:10Misalnya kemarin mau mengaku akan menjadi orang di tengah dalam konflik Korea Selatan dan Korea Utara.
13:18Faktanya tidak ada hal itu, bahkan tidak ada gambaran bahwa itu benar-benar terjadi dari dua negara yang disebutkan oleh
13:26presiden.
13:27Kedua soal klaim ekonomi yang berhasil, ingat lapangan kerja yang dijanjikan 19 juta itu setengahnya saja belum berhasil,
13:36padahal ini sudah dua tahun.
13:38Artinya angka-angka itu hanya dibesar-besarkan, dikapitalisasi untuk kemudian mengklaim kebenaran semi,
13:48fakta-fakta yang tidak terjadi.
13:50Kita yang hidup di retorika presiden, padahal harusnya di retorika itu tergambar melalui fakta-fakta yang ada.
13:58Di sini sebenarnya ada kerusakan moral dari penyelenggaraan negara ya.
14:03Suka mengubar hafal untuk dibesar-besarkan,
14:07hanya tidak terjadi.
14:08Bagi saya ini hanya ilusi saja ya, untuk membenarkan kegagalan-kegagalan yang ada tanpa fakta-fakta yang ada.
14:23Bang Abel, gimana tuh Bang?
14:26Ya, kalau Ferry menyebutkan begitu nggak apa-apa, tapi dia kan mesti pakai data.
14:31Kalau saya kan harus menyampaikan bahwa data BPS itu menjelaskan bahwa lapangan kerja dan indikator yang mengembirakan bagi keberhasilan pemerintah
14:42itu,
14:42umpamanya kita lihat bahwa PTP itu kan 4,68 persen, datanya seperti itu.
14:49Kemudian turun menjadi 0,08 dibanding dengan Februari tahun 2025.
14:55Begitu juga dengan penduduk.
14:56Kalau dilihat dari penduduk bekerja sampai dengan 147,67 juta orang,
15:07kemudian bertambah sekitar 1,897 juta orang dibanding dengan Februari 2009.
15:14Ini kan data BPS.
15:15Jadi kalau dari data pemerintah kemudian kita menyampaikan dengan data-data,
15:21itu kan artinya jelas ada angkanya.
15:23Tapi kalau Uda Ferry menyampaikan dengan diksi dan narasi-narasi yang pesimis,
15:32kemudian tidak memberikan satu edukasi kepada masyarakat tentang keberhasilan dan apa yang dilakukan oleh pemerintah,
15:40saya kira naif sekali kita sebagai seorang yang punya latar belakang pendidikan yang bagus.
15:45Jadi maksud saya memang harus pakai data.
15:48Pakai data, ngobrolnya agar masyarakat...
15:50Pakai data, katanya mas Ferry kalau bicara.
15:54Ya, kita akan pakai data ya di 2 tahun ketika kami menerbayang akan mengeluarkan data keberhasilan atau kegagalan pemerintah.
16:04Tapi Mbak Ngabalin juga tahu itu, data-data BPS itu data-data hiburan pemerintah untuk mengklaim.
16:10Banyak data-data baru yang ditemukan di lapangan, nantilah kami akan eksplorasi di tanggal yang tepat ya.
16:17Tapi yang nampak itu misalnya soal lapangan pekerjaan Mbak Ngabalin.
16:22Pekerjaan itu bahkan disampaikan oleh Menteri di Kabinet Presiden Prabowo sendiri bahwa akan ada kondisi di mana lapangan pekerjaan tidak
16:34lagi layak untuk kita.
16:37Banyak yang akan diberhentikan dan itu disampaikan oleh para Menteri Presiden sendiri, Presiden Prabowo sendiri.
16:45Jadi ini menunjukkan bahwa antara yang diklaim oleh BPS dan apa yang terjadi di lapangan bermasalah.
16:52Mbak Ngabalin kan dengan pemerintah kan selalu melihat data BPS dan survei, tapi tidak melihat kondisi real di lapangan.
17:00BPS adalah institusi negara, kepentingan yang dibicarakan adalah kepentingan negara, dan kita tahu semua real kondisi saat ini bermasalah.
17:10Apa saja program pemerintah yang dibuktikan di publik, coba disembunyikan dan dibantah oleh negara dengan berbagai cara.
17:18Termasuk dengan mengumbar segala isu yang sebenarnya tidak penting dibahas.
17:24Oke, singkat mungkin Mbak Ngabalin mau merespon singkat aja Bang.
17:27Tadi saya bilang, kalau umpama BPS juga itu sebagai warga negara, sebagai anak Indonesia, sebagai seorang intelektual,
17:38kemudian data BPS yang dibangun oleh negara itu juga kita rakyat, bagaimana bisa kita menjelaskan tentang angka?
17:44Saya kasih contoh nih.
17:46Oke, baik Bang.
17:48Terkait dengan masalah inflasi, coba.
17:50Salah satu keberhasilan yang paling mudah untuk bisa dirasakan rakyat itu adalah inflasi Juli 2026.
17:59Oke?
18:00Year on year.
18:01Year on year itu artinya dari tahun...
18:03Apa manfaatnya, Bang?
18:04Apa manfaatnya?
18:06Inflasi nasional 2,5 persen.
18:09Oke?
18:10Jadi, saya mau bilang bahwa kalau Ferry tidak pakai data, itu namanya omon-omon.
18:15Bro.
18:16Oke.
18:16Mesti berdata.
18:18Bang data itu angka presiden, abang saya gagal bermatematika, abang bercerita data juga dengan saya.
18:25Oke, sudah kita tangkap pesannya dari bapak-bapak.
18:27Nanti kita tunggu ya, masih 3 tahun lagi untuk kerja-kerja di Pak Perboda juga, Mbak Skibran, serta pemberitahannya.
18:34Baik.
18:34Terima kasih Bang Habalin, Mas Ferry.
18:36Terima kasih.
18:37Selamat malam.
Komentar

Dianjurkan