- 2 days ago
Terikat Janji Episode 114
Category
📺
TVTranscript
00:00How does your heart feel?
00:07I won't ever understand and ask you about our relationship.
00:24You can do anything that makes you comfortable.
00:37You can do anything that makes you happy.
00:41You can do anything that makes you happy.
00:47Because I don't want to be a burden and harm you in your work.
01:02You can do anything that makes you happy.
01:05And I don't want to hang out with my egoism.
01:11I don't want to hang out with my egoism.
01:45I don't want to hang out with my feelings.
01:56I don't want to hang out with my feelings.
02:05I don't want to hang out with my feelings.
02:13I don't want to hang out with my feelings.
02:30I don't want to hang out with my feelings.
02:45I don't want to hang out with my feelings.
02:48I don't want to hang out with my feelings.
02:49If I and Sena are really happy,
02:51God will certainly join us with our own.
02:56But for this moment,
02:59we must be able to walk in different paths.
03:02I don't want to hang out with my feelings.
03:17I don't want to hang out with my feelings.
03:24It's not the way I want to hang out with my feelings.
03:27Good night.
03:34I just want to hang out with my feelings.
03:43Hello, Melanie, you have a problem?
03:49Or is there a problem?
03:51Do you want to tell me?
03:52Let's go now.
03:53Dimas, Dimas.
03:55Don't worry.
03:55Don't worry about it.
03:57I'll come back to you.
03:58Why?
04:00Oh, don't worry about it.
04:02I think if you phone me, there's a problem.
04:04I'm nervous.
04:09Are you angry with your time?
04:11No, there's a problem.
04:15I want to thank you once again.
04:20Thank you a lot, because you're so good with me.
04:26And because you're also...
04:30I now live in a safe place and safe like this
04:36Oh yeah, I don't know
04:39I also thank you too, Jay, with you
04:44If for the apartment, you just wear it
04:51Maybe if I didn't meet you
04:56I don't know what I'm doing
05:01But God is helping me
05:05God help me in the right time
05:09Lewat you, Dimas
05:12Biasa saja
05:13I don't know how much you are
05:16Yeah, you are in the right position
05:19In the right position, you are in the right position
05:26Kalau kita bertemu juga ya, mungkin memang itu sudah jalannya
05:31Saya hanya memberikan yang terbaik untuk bisa membantu
05:36Iya, benar
05:38Eh, yaudah, kalau gitu saya mau makan dulu ya
05:43Oh ya, by the way, kamu udah makan belum?
05:46Jay, saya juga baru mau makan ini
05:47Wah, sama banget loh kita
05:50Ya, saya juga baru aja ini mau makan
05:53Yaudah, kalau gitu kamu selamat makan ya Dimas
05:56Iya, selamat makan
05:59Oke, bye
06:01Iya, dadah
06:03Ah, dadah
06:04Hehehe
06:09Isf
06:10Ah
06:13Udahlah, Abangka ditanyain
06:15Udah makan apa belum?
06:17Eh, oh nggak buba sih
06:19Udah, makan dulu
06:21Udah
06:24Kenapa makanan gue sawo semua?
06:27Yah, eh, elah
06:28Jadi nggak fokus dah
06:31Aduh, fokus, fokus, fokus, fokus, fokus, fokus
06:34Lu nggak boleh baper sama Melani
06:37Nggak boleh
06:38Ini semua hanya sebuah pekerjaan
06:40Ini adalah misi untuk menangkap Dipa Andika
06:44Lu harus fokus
06:46Kepada misi dan kepada pekerjaan
06:50Jangan baper, jangan baper, jangan baper
06:53Jangan seperti teman-temanmu, jangan baper
06:56Baru ditanya makan aja, udah baper
07:00Kenapa aku pikirin sama Bang Devina tadi, yah?
07:06Aku konsen, koi
07:08Makanya mulai sekarang, saya
07:11Saya tidak akan pernah menuntut
07:15Dan memaksa kamu lagi soal hubungan kita
07:25Kamu bisa
07:27Melakukan hal apapun itu yang bikin kamu nyaman
07:31Kejar dan kerjakan semua misi kamu sampai selesai
07:37Karena saya nggak mau
07:41Jadi beban dan
07:46Penghalang kamu dalam pekerjaan
07:50Kenapa dia ngomong kayak gitu sih?
07:53Apa dia udah nggak berharap lagi sama gue ya?
07:59Raffi tadi datang ke kusik Mahfud
08:01Apakah ada di telpon Davina?
08:07Apa Davina mau buka lembaran baru sama Raffi ya?
08:14Nggak bisa nih, nggak bisa kayak gini nih
08:16Ancora stadiare
08:26Allah
08:27Alhamdulillah
08:27Akber
08:57Halo
08:59Selamat malam
09:01Kamu belum tidur?
09:04Ini mau tidur, kenapa?
09:06Ada yang mau saya omongin sama kamu
09:08Besok saya jemput, boleh ya?
09:12Mau ngomong apa?
09:14Nggak enak omongin ditelepon
09:15Mending besok aja sekalian
09:17Besok pagi jemput di rumah ya
09:19Ke kantor bareng
09:22Saya nggak bisa sana
09:29Kenapa?
09:31Saya ada urusan sama Papa besok pagi
09:35Davina memang bener ada urusan
09:37Atau dia menghindar dari gue ya?
09:43Udah
09:44Udah, nggak apa-apa
09:46Udah mau istirahat
09:49Gini aja kalo memang kamu pengen ngobrol sama saya
09:51Kita ngobrolnya di kantor aja
09:53Nanti saya minta tolong Tara untuk aturin waktunya, ya?
09:57Ya udah
09:57Selamat malam
09:59Iya
10:01Ya, selamat istirahat
10:03Ya, kamu juga ya, Sana
10:11Davina
10:13Davina
10:30Apa yang sudah aku lakukan di masa lalu memang kesalahan
10:34Tapi bukan berarti dunia aku harus ikut hancur
10:39Aku menerima apa yang sudah terjadi
10:41Dan melepaskan penyesalanku dengan damai
10:48Aku tidak bisa mengubah masa lalu
10:52Tapi aku bisa menentukan langkahku di masa sekarang
11:07Pak
11:11Mama perhatiin belakangan kok Papa jadi lebih sering diam?
11:19Ya
11:20Ya
11:22Aku hanya
11:24Mencoba untuk mencari ketenangan
11:26Dari
11:28Isi pikiranku dan
11:30Dan semuanya
11:34Ya, bagus itu, Pak
11:36Memang harus kayak gitu supaya
11:38Papa bisa dapat ketenangan hati
11:42Ya kan, Pak?
11:43Ya, ucap, Pak
11:45Ini semua karena aku datang ke psikolog, Pak
11:49Perasaanku jadi lebih baik
11:50Dan aku jadi lebih tenang
11:53Tapi aku sengaja
11:55Gak ngomong sama kamu
12:00Karena kamu pasti akan larang aku
12:01Karena kamu takut aku keceplosan
12:05Ya
12:06Yaudah, Pak, ini udah malam
12:07Lebih baik kita tidur, ya?
12:10Ya
12:11Yuk
12:12Yuk
12:21Eh, Sen
12:22Mau kemana lo? Rapi banget
12:25Kamu kantor
12:26Kok lo mau segitu? Sarapan dulu yuk
12:29Bang, gapapa, ntar aja gue
12:30Oh yaudah, oke
12:32Kenapa?
12:33Gue mau ngasih tau tentang yang kemarin gue ketemu Melani
12:35Lo kan semalam langsung masuk kamar
12:37Hmm
12:38Jadi gue kan lagi mau bawa mobil biru ke area wangsa
12:41Tiba-tiba gue di tengah jalan ketemu Melani
12:43Dia lagi nangis-nangis
12:45Terus gue datengin
12:46Nah, waktu itu dia inget kalo gue tukang ke toprak
12:49Dia bingung, kok gue bisa bawa mobil mewah?
12:52Gue bilang aja, gue dapat warisan dari mbah gue
12:55Jadi gue bilang mobil biru sama apartemen itu punya gue gitu
12:59Nah gitu
13:01Bilal udah gue kasih tau sih, makanya sekarang gue kasih tau lo
13:05Oke, yaudah
13:06Berarti
13:08Mulai sekarang kalo ketemu sama Melani lo bawa aja mobil gue yang jauh
13:10Serius?
13:12Ya, demi
13:14Penyamaran yang sempurna kan
13:15Gak apa-apa
13:18Kasih tau juga ke Reza, ya
13:19Supaya dia tau
13:20Oh siap
13:21Aman kalo gitu
13:23Oke
13:24Bilal tau kan tadi berarti
13:26Bilal udah tau, aman
13:27Oh yaudah, minta kuncin sama Bilal
13:29Oke, siap
13:30Kalo udah izin kan enak
13:32Thank you son
13:36Sekarang gue pura-pura kaya
13:38Siapa tau ntar gue kaya beneran bukan cuman penyamaran
13:41Amin ya Allah
13:42Ya Allah kaya
13:43Kaya, kaya, kaya, aku kaya, aku kaya, aku kaya
13:48Eh, Raffi
13:51Mama kan udah bikin janji sama anaknya Tante Monik
13:55Jadi tolong ya nanti sore kamu kosengin waktu ya
14:01Ma
14:03Udah dong Ma
14:04Raffi kan udah bilang berkali-kali kalo Raffi gak mau dicodohin
14:09Raffi, apa salahnya sih kamu coba dulu sayang
14:12Mama udah berapa kali ngajakin kamu
14:16Yah, masalah ini juga sih
14:19Tapi sampe sekarang kan kamu juga gak ada pilihan kan
14:22Ya kan?
14:24Udah, udah, udah, udah
14:25Ma, Raffi gak mau bahas ini sekarang
14:27Raffi buru-buru soalnya ada meeting nanti siang
14:29Oke, Raffi pergi dulu
14:31Eh, jadi, jadi mama harus batalin pertemuan kamu sama anaknya Tante Monik
14:39Iya, iya, tolong batalin
14:43Makasih yang udah mau direputin
14:45Hah, iya say
14:50Raffi
14:52Raffi, Raffi
14:55Kalo dijodohin selalu nolak
14:57Tapi dia gak punya pilihan sendiri juga
15:04Raffi
15:05Davina, udah?
15:06Yes
15:07Oke, kita jadi satu mobil ya
15:09Oke, Pak Firman nya mana?
15:11Dia gak masuk hari ini jadi Pak Penggitir
15:13Oke, sayang? Udah semua?
15:15Udah
15:15Oke, let's go
15:22Ternyata, beneran Davina mau pergi sama Momofan
15:24Ternyata, beneran Davina mau pergi sama Momofan
15:25Raffi
15:30Raffi, pagi-pagi kini mau pergi kemana, ya?
15:40Ikutin gak ya?
15:45Alright, let me take it.
15:58Okay, I'll take the clothes, the clothes and my clothes.
16:03What are you doing?
16:21With this perfume, I'm going to call Veronica for a story about a girl named Angga.
16:59Okay.
17:00Okay.
17:02Besar juga gudangnya ya?
17:05Yeah, Pa.
17:06Hmm.
17:07Raffi serius develop a landmark, Dene.
17:10Okay, that's nice.
17:13Armada-nya juga banyak nih, seperti untuk expedisinya.
17:16Devina!
17:19Om Novan!
17:20Raffi!
17:21Hi.
17:21Hello.
17:23What's up?
17:23Raffi?
17:24Long time no see, Om.
17:26Ya, what's up?
17:27So,
17:30this is your unit?
17:31Ya, ini warehouse utama dari PT Alam Raya Sentosa.
17:35Nanti seluruh barang, stok akan dikirim dulu ke sini, termasuk supply dari Kusuma Food.
17:40Nanti setelah pengecekan dan review stok, baru akan dikirim ke seluruh alamat di Jabodetabek.
17:47Oke, untuk kesiapan gerainya bagaimana? Sudah ready semua?
17:52Sudah, sudah ready.
17:53Seperti yang sudah saya bicarakan dengan Devina, target utama kita adalah 20 gerai,
17:58akan dioperasikan bersamaan di bulan pertama.
18:00Oke.
18:01Dan selanjutnya, 50 gerai di akhir tahun.
18:0450?
18:05Ya.
18:09Wow, that's very impressive, Raffi.
18:12Good job.
18:12Thank you, Om.
18:13Makanya saya sangat senang saat pertama kali dengar saya akan bekerja sama dengan PT Kusuma Food.
18:18Karena Kusuma Food akan menjadi supplier utama untuk PT kami.
18:23Thank you, Raffi.
18:24Really appreciate it.
18:25Baik, kita tanda tangan kontraknya di ruangan saya saja ya, Om.
18:29Oke, mari.
18:30Yuk, saya.
18:30Silahkan.
18:31Silahkan keluar, Raffi.
18:47Kayaknya aku Suma Food mengkerja sama dengan perusahaan Raffi ini.
19:10Itu dia.
19:13Good morning, Mbak Fero.
19:15Good morning.
19:19Oh iya, Mbak.
19:22Kemarin kan aku baru beli perfume.
19:27Eh, pas sampai rumah, ternyata suami aku beli perfume yang sama persis karaknya seperti ini.
19:34Sayang kan jadi double ya, Mbak.
19:36Nah, terus aku ingat suami aku pernah cerita kalau Mbak Fero punya anak cowok satu lagi ya selain Rian.
19:47Nah, daripada perfume ini nganggur, gimana kalau perfume ini aku kasih aja untuk anaknya Mbak Fero.
19:54Ya, ini Mbak.
19:57Buat anak saya?
19:59Iya.
20:00Beneran?
20:01Beneran, Mbak.
20:02Ini perfume-nya ini wanginya tuh maskulin sekali dan ini lagi booming saat ini perfume ini.
20:10Aku yakin pasti anaknya Mbak Fero suka sama perfume ini.
20:14Ya, kasih aja nggak apa-apa.
20:20Kelihatan banget sandiwaranya.
20:22Ngapain perfume itu dikasih ke saya?
20:25Parfum kan bisa disimpen.
20:27Emangnya makanan yang besok lusa bakal kadaluarsa.
20:30Hmm, tapi aku ikutin aja dulu deh skenario dia biar aku tahu apa maunya dia sebenarnya.
20:43Makasih banyak loh Mbak.
20:46Nanti saya kasih ke anak saya ya.
20:50Oke, iya sama-sama Mbak.
20:52Makasih.
20:54Oh iya, kalau boleh tahu nama anak laki-lakinya Mbak Fero siapa ya?
21:01Kok jarang kelihatan sama Mbak Fero?
21:02Hmm, itu kan dia mulai tanya-tanya.
21:06Ya udah nggak apa-apa.
21:07Aku kasih tahu aja namanya.
21:09Kan dia nggak tahu wajahnya Angga.
21:12Nama anak saya, Angga.
21:22Ternyata benar dugaanku.
21:25Angga itu memang kakaknya Rian.
21:28Angga.
21:29Bagus sekali namanya ya Mbak ya.
21:32Eh, Angga ini apa sudah menikah Mbak?
21:35Makanya nggak tinggal sama Mbak.
21:39Belum.
21:40Angga belum menikah.
21:43Dia tinggal di rumah yang dikasih oleh perusahaannya.
21:48Oh, memang pekerjaan Angga apa Mbak?
21:55Kalau saya boleh tahu.
22:04Pegawai swasta.
22:06Oh, pegawai swasta.
22:09Oke, oke.
22:10Eh, di mana rumahnya Mbak?
22:13Alamatnya apa?
22:14Jauh atau dekat dari Mbak?
22:17Kenapa sih dia nanyain soal Angga terus?
22:20Mencurigakan.
22:23Eh, kita masuk duluan yuk.
22:25Supaya bisa pilih alat, saya pengen profiling depan.
22:29Anyway, thank you parfumnya.
22:31Ya, oke-oke Mbak Ari.
22:33Ya.
22:47Oke.
22:53Oke.
22:55Oke.
22:58Oke.
23:00Oke.
23:02Oke.
23:07Oke.
23:15Sedang.
23:19Oke.
23:20Sudah.
23:20Oke.
23:20Oke.
23:22Oh clear, once again, thank you very much for your time and your time.
23:28Same with you Raffi, thank you.
23:31I hope the future work between Alamart and SumaFood will be successful,
23:36and give a positive benefit to us.
23:43And...
23:45Sorry.
23:51Raffi, eh, saya permisi mau izin, angkat telepon dulu.
23:55Oh, seneng-seneng.
23:55Sebentar, Bang, ya.
24:04Halo.
24:05Selamat siang, dengan Bapak Novan.
24:07Iya, betul. Saya sendiri.
24:09Kami dari Klinik Psikolog Oase Hijau, Pak, ingin mengonfirmasi
24:13jadwal janji temu konsultasi Bapak siang ini pukul 10.30.
24:19Dengan dokter psikolog Hafifah Julianti, apakah Bapak bisa hadir?
24:24Astaga, iya, iya. Saya hampir aja lupa. Untung diingatkan.
24:27Jadi, bisa hadir ya, Pak?
24:30Iya, bisa, bisa.
24:31Baik, kami tunggu kehadirannya. Selamat siang.
24:34Iya, baik. Terima kasih.
24:41Sekarang sudah jam 10.00.
24:42Kalau aku antar Davina dulu ke kantor, Pak, pasti terlambat.
24:46Lagian aku nggak mau.
24:48Davina tahu kalau aku mau ke psikolog, dia pasti akan tanya ada apa.
24:52Nanti Davina malah curiga.
24:57Rencananya minggu depan akan diadakan sebuah opening alamar.
25:00Kamu dan Om Novan harus hadir.
25:02Nanti undangannya saya akan langsung kirim ke Kusmafut.
25:06Papa sama saya pasti akan menyempatkan waktu untuk datang.
25:09Terima kasih, Davina.
25:10Sayang.
25:12Iya, Pak.
25:12Ini, maaf banget ya.
25:14Papa baru aja ingat,
25:16habis ini harus lanjut meeting lagi.
25:17Jadi, Papa nggak bisa nganter kamu ke Kusmafut.
25:19Papa minta driver jemput kamu, ya?
25:22No, no, it's okay, Pak. Nggak apa-apa. Aku naik taksi aja.
25:24Papa tinggal telepon, pasti ada yang standar di kantor.
25:25Nggak apa-apa. Naik taksi aja biar lebih gampang. It's okay.
25:28Yakin?
25:28Iya.
25:31Yaudah, kamu hati-hati pulangnya.
25:33Iya.
25:34Raffi, saya pamit duluan, ya?
25:36Om, hati-hati di jalan, ya?
25:38Baik, terima kasih sekali lagi.
25:39Sama-sama, Om. Sampai ketemu lagi, oke?
25:40See you.
25:41See you.
25:41Hati-hati ya, Pak.
25:44Kalau gitu saya sekalian pamit, ya?
25:46Iya, kamu udah telepon taksinya?
25:48Nanti pas di depan saya pesenin taksi.
25:52Nggak apa-apa. Kamu naik taksi apa? Saya hantar aja.
25:55Nggak usah, nggak apa-apa. Saya naik taksi. Aman, Pak.
25:57Kamu hati-hati di jalan, ya?
26:00Terima kasih banyak, ya, Raffi.
26:01Iya, sama-sama. Terima kasih banyak juga.
26:02Mari.
26:03Bye.
26:11Halo.
26:13Oh, jam 11 ya?
26:17Ya, tentu, tentu. Saya akan datang.
26:20Oke, bye.
26:27Jangan sekarang ini.
26:32Oh, ngapain sih di sini?
26:39Ngapain coba?
26:41Kenapa?
26:42Kadang nggak pulang aja.
26:45Aneh, woy, aneh. Sumpah, aneh.
26:53Bye.
26:55Isabel.
27:08Buffalo.
27:16Ba.
27:29I don't know.
28:13I don't know.
28:18Iya.
28:18Boleh.
28:20Oke.
28:22Taksi online saya sudah di depan.
28:25Saya duluan ya.
28:26Oke, hati.
28:26Mari di jalan ya, Mbak.
28:29Semoga aku bisa ketemu sama anaknya Veronica yang namanya Angga.
28:33Aku harus tahu.
28:34Apa dia mencari tahu soal Rian atau tidak.
28:46Aduh, kok susah banget ya dapetin taksi online.
28:54Kenapa di cancel terus ya?
28:58Loh, Davina?
29:00Raffi.
29:01Kenapa belum pergi?
29:02Ini saya susah banget dapetin taksi online.
29:06Ya.
29:09Oh ya wajar sih, jam segini pasti susah dapetin taksi online-nya.
29:13Iya ya.
29:15Yaudah kalau kayak gitu, kamu pergi bareng saya aja ya.
29:18Sekalian saya mau ketemu vendor.
29:19Oke.
29:21Saya nge-repotin gak?
29:23Enggak.
29:24Searah.
29:25Dan gak nge-repotin sama sekali.
29:26Daripada kamu nunggu terus kelaman.
29:29Iya udah, boleh.
29:30Eh.
29:32Oke.
29:33Sini.
29:34It's okay.
29:37Good morning, Raffi.
29:40Halo.
29:41Mama.
29:41Halo, tante saya, Davina.
29:45Cantik sekali.
29:47Saya, mamanya Raffi, Sarah.
29:51Iya.
29:52Mah, ini Davina, anak Om Novan.
29:55Dia direktur marketing di PT Kusuma Food.
29:59Oh, anaknya Pak Novan.
30:02Dan saya tuh sering sekali loh ketemu sama papa kamu.
30:06Tapi saya gak tahu kalau papa kamu punya anak yang begini cantik.
30:11Terima kasih, Tante.
30:13Cantik kan, Raffi?
30:17Kalian berdua cocok loh.
30:20Stop it, stop it.
30:22Tadi, mama ke kantor, kenapa gak ngomong sama Raffi?
30:24Mama lupa tadi.
30:26Ternyata mama ada janji sama event organizer untuk soft opening minggu depan.
30:31Jadi, mama langsung kesini.
30:33Maaf ya, gak bilang kamu.
30:34Ya, yaudah kalau gitu mama tunggu di kantor Raffi aja, oke?
30:37Bentar dong, mama masih mau ngobrol dong.
30:39Masih gak boleh ngobrol.
30:42Davinanya harus kerja, ya?
30:44Oke?
30:46Iya, iya, iya.
30:48Ya, Tante ngerti pasti kamu sibuk.
30:50Harus kerja.
30:52Tapi Tante senang banget lo bisa ketemu sama kamu.
30:56Bisa kenal sama kamu langsung.
31:01Yuk, sayang.
31:02Nanti telat.
31:03Ayo.
31:03Iya, Pak, yuk.
31:04Siap.
31:07Pamit dulu sama mama, yuk.
31:09Ma, aku berangkat dulu ya.
31:11Iya, sayang.
31:12Salam.
31:14Kelajar yang gajin ya, sayang.
31:16Iya, ma.
31:18Happy birthday, sayangnya, mama.
31:20Iya.
31:23I love you, ma.
31:24I love you too.
31:25I love you too.
31:26Iya.
31:26Oh, apa lagi?
31:27Ayo, Pak.
31:28Gimana ya?
31:29Lepi ya.
31:30Dadah.
31:30Dadah, mama.
31:33Dulu mama selalu usap kepalaku setiap aku mau tidur.
31:37Atau berangkat sekolah.
31:39Sejak mama gak ada, aku gak pernah merasakannya lagi.
31:42Karena mama-mama yang gak pernah melakukan itu ke aku.
31:45Dan hari ini, aku merasakannya lagi lewat Tante Sarah.
31:54Saya juga senang banget ketemu sama Tante.
31:59Oke, oke.
32:00Kau gitu, Raffi.
32:01Pergi dulu ya, ma, ya.
32:02Oke.
32:02Iya, iya, sayang.
32:03Hati-hati ya, kalian berdua.
32:05Saya duluan ya, Tante.
32:07Hati-hati ya, sayangnya.
32:08Nanti Raffi kembali lagi, ma.
32:09Hati-hati.
32:15Cocok sekali sama Raffi.
32:17They're a good couple.
32:20Aku suka lihatnya.
32:29Lihat segini, Davin, aku belum keluar ke luar ya.
32:40Turun, ngga.
32:40Turun, ngga.
32:42Turun, ngga.
32:43Turun, ngga.
32:44Turun, ngga.
32:45Turun, ngga.
32:46Turun, ngga.
32:47Turun, ngga.
32:48Turun.
32:51Oh, my God.
32:56Oh, my God.
33:01Oh, my God.
33:01Davina.
33:03I'm sorry.
33:06What do you think?
33:07Can you hear me?
33:09Yes, I'm sorry.
33:27I'm sorry.
33:28Harus ngikutin caranya sama kayak gue.
33:30Hah?
33:30Nggak kreatif, loh.
33:32Kalau mendeketin perempuan,
33:34pakai cara yang lain.
33:35Bukan begitu caranya.
33:36H asÃ.
33:51What the fuck?
33:52Ça undead.
33:56Ah.
33:58Oh, my God.
34:09Mama, you are very careful and very careful, yeah?
34:14Well, very careful, or very careful.
34:19Davina, I'm sorry for you.
34:21If, for example, Mama, it makes you not comfortable.
34:24I'm sorry.
34:25No, you are very careful.
34:27Mama, you are very careful.
34:30Yes, I agree.
34:33But you are very careful, isn't it?
34:34Yes, I'm very careful.
34:37If, one year ago, she asked me,
34:41she asked me when I was married.
34:43Maybe because of my age now,
34:47she asked me when I was married.
34:54If, one year ago,
34:56I would have asked you to do that.
34:58If, one year ago,
34:58when I was married.
34:59Yes, I would have asked you,
35:02but for now, I can't give you a lot of answers.
35:06Oh, the person who was married,
35:09how did you get married?
35:15Hmm?
35:22Hmm?
35:23Um?
35:23So, I might come back even to the interior.
35:27Eh?
35:28Oh, you would get married?
35:31Hmm..
35:32If you don't have any concerns anymore.
36:03The meeting with Um Novan is still a long time ago.
36:08I'm just in the room.
36:27Hello?
36:28Yes, boss.
36:28I've been to you, Melanie.
36:30And I'm just from home.
36:31Then?
36:33Melanie-nya tidak ada,
36:34tapi hanya ada ibunya dan juga adeknya.
36:37That means Melanie bohong.
36:40She's not going to school.
36:42You have a photo of the house.
36:44You have a photo of the mother too?
36:46Yes, boss.
36:47And there's also a photo of her.
36:49Okay.
36:51Send me to me.
36:52Yes, boss.
37:13I have a photo of the mother.
37:16I have a photo of the mother.
37:19I want to see you.
37:21I want to see you.
37:22It's already gone, it's been a long time.
37:25Tentu, Pak.
37:27Everything needs process.
37:29So, what does Bapak feel now?
37:35I've already started to realize...
37:40...that I've never done.
37:41That I've never done a mistake.
37:43And it's all...
37:45...that I've never done.
37:50Okay, that's good.
37:52Penerimaan diri adalah langkah pertama yang besar, Pak.
37:59Lalu...
38:00...apa yang harus saya lakukan untuk menghadapi rasa bersalah saya ini?
38:06Berikutnya, Bapak bisa belajar untuk melepaskannya.
38:10Dimulai dari melepaskan emosi Bapak.
38:13Bagaimana caranya?
38:15Bapak bisa memakai cara yang lebih sesuai dengan kondisi Bapak.
38:21Mungkin bisa dengan cara meditasi atau kalau Pak Novan lebih cocok untuk jurnaling, itu lebih bagus, Pak.
38:32Sebentar, jurnaling maksudnya?
38:34Di saat perasaan bersalah itu mulai menghantui, Bapak bisa menuangkannya dalam jurnal tulisan tanpa sensor.
38:45Misalkan, Bapak bisa menuliskan surat permintaan maaf kepada orang yang pernah Bapak sakiti di masa lalu.
38:56Hingga menimbulkan rasa bersalah pada diri Bapak.
39:01Tuliskan saja semua yang Bapak rasakan.
39:04Setiap kali Bapak merasa perlu untuk diungkapkan.
39:09Jadi, ungkapkan saja semuanya di dalam surat sejujur-jujurnya.
39:16Maka surat itu akan membantu Bapak untuk melepaskan semuanya.
39:21Meskipun surat itu tidak benar-benar Bapak kirimkan kepada orang itu.
39:30Tapi ingat ya, Pak. Ini bukan proses satu dua malam.
39:34Bapak bisa melakukannya secara bertahap.
39:38Saya optimis, pasti akan ada hasilnya.
39:51Selamat siang, Mas Fikri, Mas Miko, Mas Adit.
39:58Perkenalkan, ini Mbak Melani.
40:01Yang dimana hari ini dia akan bergabung di Divisi CSR sebagai Sekretaris dari Pasena.
40:13Halo.
40:13Halo, saya Fikri.
40:15Saya Melani.
40:16Saya Adit.
40:18Saya Miko.
40:19Melani, Mas.
40:20Salam kenal, Mbak.
40:21Salam kenal semuanya.
40:22Mohon kerjasamanya ya. Terima kasih.
40:26Oh iya, ini untuk meja Mbak Melani.
40:30Sedangkan di ruangan sana itu ruangan Pak Sena ya.
40:34Baik, Mbak. Terima kasih ya.
40:36Baik, kalau kayak gitu selamat bekerja ya Mbak.
40:39Saya tinggal dulu.
40:40Terima kasih ya Mbak Echen.
40:41Ya.
40:42Mari.
40:45Selamat bekerja ya Mbak.
40:47Terima kasih, Mas.
41:04Bismillah ya Allah.
41:06Semoga hari ini dan seterusnya aku bisa bekerja dengan baik di tempat baru ini.
41:10Ya, walaupun perusahaan ini masih berhubungan dengan perusahaan Pak Dipa, apalagi Mbak Jihan adalah anak pemilik perusahaan ini.
41:19Tapi semoga aja Pak Dipa nggak melakukan sesuatu yang mengganggu pekerjaan aku di sini.
41:25Amin.
41:30Mbak Melani.
41:31Ya?
41:31Ini ada berkas-berkas yang udah ditanda tangannya sama Pak Sena.
41:34Nanti saya minta tolong ya, buat dibawain ke Marketing Director.
41:37Buat diminta tanda tangan juga.
41:38Oke Mas.
41:40Sekarang juga saya ke Ruangan Marketing Director ya.
41:43Ya, kasih provisi ya.
41:44Makasih ya.
41:55Ruangan Marketing Director di mana ya?
42:00Astaga, tadi kenapa aku nggak sekalian nanya sama Mas Fikri?
42:07Ya.
42:09Mas.
42:13Kenalin.
42:13Saya Melani, Sekretaris Barunya Pak Sena.
42:17Saya baru hari pertama kerja di sini.
42:21Kenalin Mbak.
42:22Saya Gali, OBA Badinya di Kusumaput.
42:28Itu Melani.
42:30Dia kerja di sini sekarang.
42:32Mas Gali, saya mau tanya.
42:34Ruang Marketing Director tuh lewat sebelah sana?
42:37Atau ke sana?
42:38Oh, Marketing Director?
42:40Ya.
42:41Ibu boleh lurus aja.
42:42Nanti ada pintu warna coklat.
42:45Nah, di situ ada tulisannya Marketing Director.
42:47Itu ruangannya, Bu.
42:49Oke.
42:51Makasih ya, Mas Gali.
42:52Sama-sama.
42:53Hati-hati.
42:54Ya, permisi.
42:55Mari.
43:07Itu orang baru.
43:12Bapak, manggil saya, Pak.
43:13Ada orang lain di sini?
43:15Nggak ada sih, Pak.
43:17Kenapa nggak, Pak?
43:18Ya, ini mal.
43:19Bapak panggil saya, Kek.
43:20Galih.
43:21Kalau nggak bisa panggil Galih, bisa panggil Brother.
43:24Cuy.
43:25Bisa, kan?
43:32Cuy.
43:35Ini perempuan tadi.
43:37Karel baru di sini.
43:39Dan itu, Pak.
43:41Itu sekretaris barunya Pak Sena, Pak.
43:45What?
43:46Melani jadi sekretarisnya Sena?
43:52Pak.
43:53Biaya urut mahal, Pak.
43:57Mari, Pak.
44:12Oke.
44:25Eh, saya bantu.
44:27Hmm.
44:36Makasih banyak ya, Raffi.
44:37Sudah repot-repot anterin saya sampai kantor.
44:43Sama-sama.
44:45Happy working, Davina.
44:47You too.
44:48Hati-hati ya di jalan.
44:50Ya, thank you.
44:51Sekarang lagi, Makasih.
44:52Oh gitu, saya permisi dulu ya.
44:54Selamat siang.
45:09Cium.
45:12Dari mana tadi?
45:13Iya, tadi dari kantornya Raffi.
45:15Terus, sekalian diantarin ke sini.
45:18Oh, kantor dia.
45:25Raffi, saya masuk duluan ya.
45:27Oh, iya.
45:28Sekali lagi, makasih.
45:29Sama-sama, Davina.
45:43Laki-laki ini yang waktu itu datang ke rumah saya.
45:46Apa dia kerja di sini?
45:49Atau dia datang untuk ketemu Davina?
45:50pada dasib analise gue서.
45:56Atau dia baki.
45:58Sama kali etan.
46:05Ya, dia ini yang waktu itu sampai hiattif.
46:15Benar 2 metod.
46:20You're still feeling like I'm sorry.
46:22Hmm?
46:24You're still feeling like I'm sorry?
46:25Why do I feel like you're feeling like I'm sorry?
46:30I'm sorry, I'm sorry.
46:31Oh, I'm sorry.
46:34I'm sorry.
46:36I said earlier that I'm sorry.
46:39I'm sorry for everything.
46:44But you're different from this.
46:46It's different from what?
46:47It's different, like usual.
46:52I'm professional just like usual.
46:58I'm working with no connection, right?
47:18Good morning, Mr. Sena.
47:19I'm Davina.
47:21Good morning.
47:25Come on, Pak.
47:26To the side of the room.
47:46You...
47:47Are you close with Rafi?
47:51How are you working with Rafi?
47:58Hmm...
47:58Are you business?
48:02Or...
48:04Just...
48:05I'm going to go.
48:07Davina!
48:09Davina!
48:09Pak Sena! Pak!
48:11Wait a minute, Pak.
48:12Why?
48:13I just remembered, Pak.
48:14Waktu Pak Sena gak masuk,
48:16Pak Dipa sempat kesini, Pak.
48:17Pak Dipa ngira,
48:19Pak Sena udah meninggal, Pak.
48:20Dipa ngira saya meninggal?
48:21Iya, bener.
48:25Tapi, syukur deh, Pak.
48:26Kalau Bapak baik-baik aja, Pak.
48:28Kalau Dipa sampai berpikir gue sudah meninggal,
48:30berarti bener,
48:31Dipa ada hubungannya dengan pelaku
48:33yang menanggalkan mobil gue ke dano.
48:37Makasih.
48:38Sama-sama, Pak.
48:40Bu Davina udah di ruangannya belum, ya?
48:50Asstaga, Pak Dipa!
48:52Apa dia mau ketemu sama Pak Novan?
48:55Atau Bu Chihen?
48:59Pak Dipa?
49:01Hai, Melanie.
49:02Eh, eh, eh, eh, eh, eh.
49:07Mau kemana?
49:09Mau buru-buru amat?
49:12You're afraid of me
49:17I'm trying to find you
49:19You're trying to find you
49:20You're trying to work in Kusuma, Food
49:25Melanie
49:26If Pak Dipa is looking at the ATM and the ATM, the ATM and the ATM are not there
49:34The ATM is already burned, and the ATM is already burned
49:38So, I'm sorry, I'm sorry, I'm sorry, I'm sorry, I'm sorry, I'm sorry
49:43Because I'm sorry, I'm sorry, I'm sorry
49:47Melanie, calm down
49:48Calm down, you don't want to go like this
49:53You want to burn?
49:55You want to throw in the sea?
49:57Or you want to die in the sea?
50:00You don't want to die
50:01I don't want to die
50:02There's a good photo
50:06Atau bagus?
50:07Saya mau kasih liat ke kamu
50:09Atau apa, Pak?
50:14Tuh
50:25I
50:26Ini..
50:27Ibu sama adik saya, Pak
50:32Dipa ke kampung saya.
50:36Mereka terlihat bahagia ya.
50:39Tuh.
50:40Pa, Pa, Pa Dipa, Pa Dipa.
50:43Saya mohon, saya mohon, saya mohon.
50:46Tolong jangan sakitin ibu dan adik saya.
50:48Saya mohon, Pa.
50:49Shh, shh, shh, shh.
50:51Kan aku bilang tenang.
50:53Gak ada yang bilang mau sakitin keluarga kamu kok.
50:56Saya cuman mau bilang.
51:00Saya tahu keluarga kamu dimana.
51:15Jadi jangan macam-macam sama saya.
51:39Terima kasih.
51:48Terima kasih.
51:55Terima kasih.
51:58Terima kasih.