Skip to playerSkip to main content
  • 1 day ago
76-year-old widower Encek convenes his children for a final dinner, unveiling concealed memoirs of love, loss and generational wounds before choosing the sea as his reunion place with his deceased wife.
Transcript
00:03Sudah 16 tahun abu kamu saya simpan di sini.
00:13Bukan karena saya mencegah perjalananmu,
00:18tapi saya ingin kamu menunggu saya.
00:30Saya akan membuat pesta makan malam.
00:34Ini adalah makan malam pernikahan sekaligus kematian.
00:46Kalau kita jual rumah ini,
00:49kita bisa beli dua atau bahkan tiga tempat di pinggir kota.
00:53Nanti di sana bisa istirahat.
00:56Saya tidak butuh istirahat.
00:58Cara makan mie harus diseruput tanpa terputus.
01:01Supaya kita diberkahi oleh umur, jodoh, dan rejeki yang panjang.
01:07Kau percaya itu?
01:08Paling tidak ini cara makan mie yang menyenangkan bukan?
01:17Saya akan siapkan semua yang Bapak inginkan.
01:20Saya bukan chef yang dulu.
01:30Tidak.
01:33Kamu tidur sini?
01:34Tidak.
01:38Apakah kamu mau menemani ku lari dari sini, Koh?
01:45Terima kasih untuk gula-gula asam ya, Koh.
01:54Terakhir kali ke sini kokoh tahun berapa?
01:56Saya hanya cari tempat otomatik.
01:58Tidak.
02:00Tidak.
02:02Tidak.
02:02Tidak.
02:07Maka sekali lagi.
02:10Tidak.
02:17Tidak.
02:19Tidak.
02:20Terima kasih.
Comments