00:00Sendera Amerika Serikat melancarkan gelombang serangan baru terhadap target-target Iran pada minggu waktu setempat.
00:11Rekaman ini dirilis oleh Sankom, di mana jet tempur lepas landas dari kapal induk Amerika Serikat dan rudal diluncurkan sebelum
00:19ledakan menghantam target serta infrastruktur yang diduga milik Iran.
00:23Sankom klaim telah menyerang puluhan target dan melemahkan kemampuan Iran untuk terus menyerang kapal internasional yang melewati Selat Hormuz.
00:32Pasukan Amerika juga telah disiagakan dan disiapkan untuk memastikan kebebasan navigasi tetap tersedia bagi pelayaran komersial.
00:49Sementara itu, pertahanan udara Qatar berhasil mencegat rudal Iran di langit Doha pada minggu waktu setempat.
00:55Kementerian Dalam Negeri Qatar mengonfirmasi bahwa tiga orang terluka termasuk anak-anak akibat dari pecahan peluru yang jatuh.
01:02Kementerian Dalam Negeri Qatar juga menyatakan otoritas keamanan dan tim pertahanan sipil telah mulai sesuai dengan rencana respons yang telah
01:10disetujui mengenai dampak serangan Iran.
01:20Korps Garda Revolusi Iran atau IRGC mengatakan ada sebuah kapal terkena tembakan peringatan di Selat Hormuz karena berusaha berlayar melalui
01:29jalur yang tidak diizinkan.
01:32Salah satu kapal yang diklaim IRGC telah membahayakan keamanan maritim dengan mematikan sistem dalamnya terkena tembakan peringatan dan dihentikan.
01:41Amerika Serikat menyerang Iran pada minggu pagi waktu setempat sebagai tanggapan atas serangan yang menyebabkan kapal kontener terbakar dan memaksa
01:48awaknya untuk meninggalkan kapal itu.
01:56Terima kasih telah menonton!
02:29Terima kasih telah menonton!
02:45Terima kasih telah menonton!
03:11Terima kasih telah menonton!
03:37Terima kasih telah menonton!
04:07Terima kasih telah menonton!
04:30Terima kasih telah menonton!
04:52Terima kasih telah menonton!
05:02Terima kasih telah menonton!
05:25Terima kasih telah menonton!
05:34Terima kasih telah menonton!
05:56Terima kasih telah menonton!
06:07Terima kasih telah menonton!
06:11Terima kasih telah menonton!
06:20Ketika ada serangan dan agresi, ini tanda bahwa Amerika tidak mau nanti hegemoni-hegemoni tersebut muncul.
06:26Maka sebenarnya dalam beberapa poin-poin yang sudah ditawarkan,
06:29tidak terkait terat ini mengenai masalah denuklearisasi yang ada di tubuh Iran.
06:36Tetapi Amerika melakukan serangan untuk mempersiapai relaksasi perekonomian
06:41akibat minyak yang selama ini diklaim oleh IRGC ditutup dalam beberapa waktu setempat waktu itu.
06:48Nah maka Amerika melakukan serangan sebagai tanda bahwa kalau ingin melakukan diplomasi,
06:53lakukan saja diplomasi, tidak usah menutup serat formus.
06:56Padahal sebenarnya serangan ini dimulai dari Amerika Serikat kedua,
06:59begitu juga dibalas oleh Iran, dan begini terus ceritanya.
07:02Maka kita bisa melihat keduanya bersama-sama untuk menyimbangkan dan mengkalibrasi
07:06agar mereka berada pada titik yang cukup pelik ya.
07:10Sehingga Amerika kita tahu bahwa dalam transaksi dolar,
07:14ujung-ujungnya tetap menggunakan dolar Amerika begitu.
07:16Maka penjualan minyak itu tetap menggunakan dolar Amerika.
07:20Ini tentu sangat keuntungan Amerika Serikat.
07:21Serangan terakhir itu terbukti memang sudah terprediksi bahwa mereka harus melakukan serangan.
07:25Oke, saya kembali ke Mbak Cempaka.
07:28Bicara soal peningkatan eskalasi pada minggu ini, kira-kira Mbak Cempaka,
07:32apakah ini menunjukkan bahwa Amerika Serikat di bawah komando Donald Trump
07:35sedang bersiap melakukan invasi darat yang lebih masif,
07:38atau ini murni strategi containment atau pembatasan militer saja?
07:42Kita tahu bahwa saat ini yang belum tercapai dari MOU,
07:47Memorandum of Uncertainty tadi kalau kata Mas Radhi adalah
07:50bahwa poin terkait selat hormus kembali ke kondisi sebelum perang.
07:55Nah ini yang belum tercapai.
07:56Karena kita juga tahu bagaimana Oman ini punya,
08:00bahkan juga menawarkan dua jalur pelayaran yang tertisah di hormus sebagai solusi teknis.
08:06Jadi ada yang lewat Oman, dan ada yang bisa lewat Iran.
08:10Namun Iran tentu masih menolaknya.
08:12Dan kondisi ini, kondisi yang ditawarkan Oman,
08:14yakni lewat Oman dan lewat hormus ini sebenarnya lewat Iran maksud saya,
08:18ini sebenarnya adalah kondisi awal sebelum terjadinya eskalasi perang di Februari lalu.
08:23Namun, dan ini tentu yang diinginkan oleh Amerika Serikat.
08:25Namun kondisi saat ini, kalau kita lihat bahkan salah satu statement yang dikeluarkan oleh Ghalibov
08:31adalah bahwa konteks terkait hormus ini lebih penting daripada nuklir.
08:35Bahkan statement ini sudah keluar, yang artinya tidak ada negosiasi yang saat ini bisa dilakukan
08:40terkait kapal yang lewat.
08:42Jika memang harus mau dibuka, maka harus lewat jalurnya Iran, jalur selatan.
08:47Jadi dalam konteks ini tidak bisa lewat jalurnya Oman.
08:51Nah ini yang sebenarnya masih berbeda pendapat,
08:55sehingga kapal-kapal kita tahu ada tiga kapal setidaknya sebelum eskalasi gelombang pertama hingga ketiga
09:00yang diserang, yaitu kapalnya dari Saudi dan juga Qatar dan dari Cyprus.
09:06Nah ini tiga kapal ini, Mas, yang awalnya diserang lalu dieskalasi oleh Amerika Serikat.
09:12Jadi saya lihat bahwa poin hormus ini yang memang masih menjadi titik buntu dari mengapa eskalasi ini terjadi juga, Mas.
09:20Oke.
09:21Mas Evata, tadi kan juga disinggung oleh Mbak Cempaka ya.
09:24Ghalibov kan mengatakan bahwa selat hormus ini lebih penting sebenarnya daripada nuklir.
09:28Nah kalau bicara hal itu, selat hormus menyalurkan seperlima pasukan energi dunia.
09:33Jika penutupan total ini berlangsung hingga berbulan-bulan ke depan,
09:37seberapa siap kira-kira arsitektur ekonomi global menahan guncangan harga minyak yang bisa memicu inflasi ekstrim kira-kira?
09:44Ya, tadi saya sampaikan bahwa kesepakatan yang dibangun ini akhirnya mengganggu stabilitas hegemoni dari Amerika Serikat.
09:51Kita tahu bahwa mereka sudah sepakat untuk melakukan pembayaran melalui yuan ya.
09:55Dan mungkin melakukan pembayaran mengenai mekanisme-mekanisme lain selain dolar itu sendiri.
10:00Dan kita juga bisa melihat bahwa di tengah ketacauan seperti ini,
10:04Amerika Serikat cukup memanfaatkan harmoni tersebut ya.
10:07Bahwa kita tidak boleh melupakan, mereka berharap untuk menjaga energi dan juga sekuritas.
10:14Tetapi maksudnya adalah mereka berharap ada ketacauan energi yang nanti akan beriman pada penginginan
10:19untuk ke depannya bergerak sama dengan Amerika untuk menjaga sekuritas tadi.
10:23Nah, ini merupakan strategi yang dibangun oleh Amerika.
10:26Meskipun mereka menyampaikan mereka tidak ingin melakukan perang dan lain sebagainya.
10:30Tetapi kalau kita tanya dari sisi aspek ekonomen global ya, bagaimana?
10:34Hari ini apakah mampu bertahan dan ke depannya seperti apa?
10:38Tentu akan ada masa-masa yang cukup sulit begitu.
10:41Dan ini tidak lepas bahwa Amerika Serikat sudah menyampaikan kepada banyak pihak bahwa
10:45kalau misalkan dunia, terutama NATO tidak membantu mereka untuk merenaksasikan ya,
10:50terkait dengan penutupan yang dilakukan oleh IRGC,
10:53Amerika tinggal menyalahkan dunia saja, begitu.
10:55Ini kan satu skenario yang sudah disusun dengan sangat baik oleh mereka.
10:58Bahwa kami datang sebagai pahlawan untuk membuka Selat Hormus.
11:02Tetapi di Selat Hormus ini tidak ada yang satupun yang mau membantu.
11:06Maka mereka tinggal menyampaikan kepada dunia bahwa
11:09saya sudah merupakan maksimum mungkin,
11:10tetapi tidak banyak jalan keluar yang dibantu oleh dunia, begitu.
11:13Maka ini adalah salah satu strategi dan cara yang sudah disusun oleh mereka.
11:17Begitu juga dengan keinginan dari Israel.
11:20Israel juga berharap agar agresifitas Amerika Serikat tidak boleh menunggung sedikitpun
11:24dan tekanan-tekanan ini nanti akan membuat Selat Hormus dikontrol oleh
11:28hegemonik dari Amerika atau dominasi dari Amerika sendiri.
11:31Dan nanti ketika kesepakatan itu tercapai,
11:33barulah Amerika sepakat untuk membuat rute-rute yang baru
11:37dan kita tahu sudah ada rute dari Oman,
11:38tetapi rute dari Oman ini kan masih dalam tahap perencanaan,
11:41masih sangat lama.
11:42Tetapi ini menjadi respon bahwa pemerintah Iran cukup lemah hari ini
11:46dan serangan kali ini menunjukkan bahwa mereka siap untuk melakukan eskalasi umat lagi.
11:50Oke.
11:51Kalau bicara agresi dan serangan balasan juga dari Iran,
11:54ini kan kita bicara logistik perang juga, logistik militer.
11:58Setelah kehilangan kepemimpinan tertinggi di awal perang,
12:01dari mana kira-kira Iran mendapatkan pasukan logistik militer tingkat tinggi
12:04untuk terus memancarkan perang atrisi atau saling menguras yang intensif ini, Mbak Jempaka?
12:10Tentu kalau kita lihat, Mas, kita tahu bahwa sejak Amerika Serikat melakukan serangan
12:15di tanggal 28 Februari, yang dilakukan oleh Iran ini memang adalah strategi asimetris.
12:20Artinya adalah secara konsisten menggunakan strategi asimetris ini,
12:25termasuk juga di konteks hormus.
12:27Ada yang kita tahu tentu namanya adalah sea denial, begitu ya.
12:32Jadi, sea denial di konteks laut, di konteks maritim ini tetap berbasis asimetris.
12:38Di mana dia menggunakan kapal kecil, drone, rudal, dan antikapal yang berbiaya rendah.
12:43Nah, ini sebenarnya akan terus menjadi strateginya Iran sendiri, Mas.
12:47Dalam membalas Amerika Serikat dan melakukan retaliasi.
12:50Namun, tentu kita tahu tujuan Iran ini adalah untuk memaksimalkan dampaknya
12:56yang tentu tidak hanya dibebankan pada Amerika Serikat saja,
13:00tapi juga untuk negara-negara teluk.
13:02Dan kita lihat bagaimana memang sejak eskalasi yang lebih tinggi ini,
13:06reeskalasi kita menyebutnya,
13:07bahwa negara-negara teluk dan Arab ini sudah mulai memberikan respon,
13:13yang artinya memang yang akan dirugikan adalah negara-negara Arab dan teluk.
13:17Betul. Nah, bicara negara-negara teluk di Arab ini yang dirugikan tadi,
13:21saya ke Mas Hefata terakhir.
13:23Ini kan negara-negara Arab di teluk ini kan menjadi sasaran rudal balasan Iran juga
13:27karena menampung pangkalan militer Amerika Serikat.
13:29Kira-kira bagaimana dilema politik negara-negara seperti Qatar,
13:32Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi dalam memposisikan diri ke depan, Mas Hefata?
13:37Ya.
13:39Maka dalam kesempatan kali ini, Amerika akhirnya memimpin kontestrasi itu.
13:43Karena kalaupun Amerika tidak melakukan kontestrasi itu,
13:46Israel akan melakukan, ya, begitu.
13:48Dan mungkin Israel akan melakukannya lebih parah daripada Amerika Serikat.
13:51Dan kita sudah tahu bahwa dalam kedutaan tempat juga,
13:55ada berapa sindiran-sindiran yang dilakukan oleh Iran, ya,
13:57dalam proses-proses tersebut.
13:58Dan ini menjadi tanda bahwa hubungan mereka ini masih panas dingin
14:01dengan negara-negara teluk.
14:03Dan kita tahu bahwa dalam berapa operasi-operasi yang sudah terjadi,
14:06operasi desa sok, dan lain sebagainya,
14:08selalu ada hubung, ya, di negara-negara Arab yang mendukung agresivitas dari Amerika Serikat.
14:12Dan kita tahu bahwa musuh dari Iran ini kan begitu sangat banyak.
14:16Maka serangan-serangan yang dilakukan ini,
14:19merupakan suatu hal yang sudah memang diprediksi.
14:22Merupakan hal yang memang sudah dipersiapkan dengan sangat baik.
14:25Akan tetapi retaliasi dari Iran juga,
14:27tentu,
14:28tidak merupakan isapan jempol biasa, gitu.
14:30Mereka juga merupakan regenerasi yang cukup masif.
14:33Tetapi, dalam kondisi kedukaan,
14:35dalam kondisi sekitaran ekonomi,
14:37maka mereka mengalami perlambatan regenerasi.
14:39Nah, perlambatan regenerasi ini dibaca oleh intelijen Amerika.
14:43Maka sebenarnya jalur intelijen yang disuplai kepada Donald Trump,
14:46menyampaikan bahwa harus ada serangan,
14:48begitu.
14:49Kalau tidak ada serangan,
14:49nanti kesulitan yang dihadapi ke depannya adalah
14:52mengenai masalah minyak yang sudah tidak terkongkol lagi oleh Amerika Serikat.
14:55Jadi, dengan negara-negara patologi itu sendiri.
14:57Saya lihat-lihat demikian.
14:58Baik.
14:59Terima kasih analisisnya,
15:01Pak Uziah Cempakatimur,
15:02Analis Senior Indo-Pacific Strategic Intelligence,
15:04dan juga Mas Evata Filomeno,
15:06dosen ilmu politik Universitas Sudayana di Sapa, Indonesia Malam.
15:09Selamat malam, sampai jumpa lagi.
15:11Terima kasih, Mas Radu.
15:12Terima kasih.
Komentar