Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 12 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPASTV Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan hingga menembus level psikologis Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS).

Pelemahan mata uang Garuda dipengaruhi kombinasi faktor domestik dan eksternal yang masih membebani pasar.

Pengamat ekonomi, mata uang, dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan tekanan terhadap rupiah mulai terlihat dari sejumlah indikator ekonomi dalam negeri.

Salah satunya adalah neraca dagang Indonesia yang mencatat defisit pada Mei 2026.

"Neraca perdagangan di bulan Mei ini mengalami defisit US$1,61 miliar. Ini menandakan kebutuhan impor minyak mentah cukup besar sehingga terjadi defisit," ujar Ibrahim.

Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia, rupiah sempat berada di level Rp17.999 per dolar AS pada awal pekan, kemudian kembali melemah hingga ditutup di kisaran Rp18.090 per dolar AS.

Sementara di sejumlah perbankan, kurs jual dolar AS bahkan telah menembus kisaran Rp18.100 hingga Rp18.220 per dolar AS.

Ibrahim menilai tekanan terhadap rupiah masih berpotensi berlanjut apabila berbagai sentimen negatif, baik dari dalam maupun luar negeri, belum mereda.

"Selama sentimen domestik dan global belum mereda, tekanan terhadap nilai tukar rupiah masih akan berlanjut," pungkasnya.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Produser: Yuilyana

Thumbnail Editor: Novaltri

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/679765/rupiah-sentuh-rp18-000-per-dolar-as-ini-faktor-penyebab-domestik-dan-global-kompas-bisnis
Transkrip
00:10Intro
00:20Saatnya Anda menyaksikan Kompas Bisnis, Saudara bersama saya Ian Rahman.
00:24Saudara rupiah kembali loyo menghadapi dolar Amerika Serikat dengan lagi-lagi menembus level psikologis di atas 18 ribu rupiah.
00:35Menurut sejumlah ekonom, Saudara, pelemahan rupiah terjadi karena kombinasi sentimen global dan juga domestik.
00:42Secara global, ketegangan geopolitik serangan militer Amerika Serikat terhadap Iran kian meredupkan harapan tercapainya kesepakatan damai sehingga menekan risiko di
00:51kawasan.
00:52Sementara secara domestik, faktor penurunan indeks keyakinan konsumen yang terus turun hingga pelaksanaan APBN jadi sentimen negatif.
01:11Data dari sejumlah perbankan, Saudara, per Kamis 9 Juli 2026, dolar Amerika Serikat bahkan sampai dijual hingga 18.220 rupiah
01:22di Bank Tabungan Negara.
01:24Sementara bank mandiri di level 18.150 rupiah per dolar Amerika Serikat.
01:31BNI dan juga BCA menjual dolar dengan angka identik di 18.130 rupiah, sedangkan BRI menjual di level 18.116
01:40rupiah.
01:41Untuk beli, BRI berada di level tertinggi di 18.083 rupiah, BNI di 18.070 rupiah, sementara tiga bank lainnya
01:50masih di bawah level 18.000.
01:56Data dari Jakarta Interbank Spot Dolar Red, Gisdor Bank Indonesia terpantau rupiah terus mengalami tren pelemahan.
02:04Pada penutupan awal pekan ini, rupiah berada di level 17.999 per dolar Amerika Serikat, tinggal satu poin menyentuh 18
02:12.000.
02:13Kemudian menguat tipis keesokan harinya di 17.988 rupiah, namun tak berdaya menghadapi dolar hingga kembali menyentuh level psikologis 18
02:22.005 rupiah di 8 Juli dan kembali melemah pada penutupan perdagangan kemarin di angka 18.090 per dolar Amerika Serikat.
02:40Sementara data dari Bloomberg, sodara di pasar spot rupiah juga kian rontok terhadap dolar Amerika Serikat.
02:45Pada awal pekan, rupiah diperdagangkan di 17.995, menguat pada selasa di 17.980.
02:53Namun pada hari Rabu melemah 34 poin dan kembali menembus level psikologis di angka 18.014 per dolar Amerika Serikat.
03:02Dan kembali loyo di perdagangan Kamis ke level 18.089.
03:15Saudara, setelah beberapa waktu lalu sempat menguat dengan kencangnya intervensi Bank Indonesia,
03:20kini rupiah kembali loyo menghadapi dolar Amerika Serikat, menembus angka psikologis lebih dari 18.000 rupiah.
03:28Sentimen apa saja yang memengaruhinya?
03:31Kita bahas bersama Ibrahim Aswaibi, pengamat ekonomi, mata uang, dan juga komoditas.
03:36Pak Ibrahim, selamat pagi.
03:39Halo, selamat pagi.
03:40Pak Ibrahim, ini kan kita lihat terakhir rupiah lagi-lagi menembus lebih bahkan dari 18.000.
03:47Ada sentimen domestik dan juga eksternal secara kombinasi.
03:51Kita ke domestik terlebih dahulu, Pak Ibrahim.
03:52Menurut Anda, apa faktor pemberat rupiah kali ini?
03:57Ya, faktor pemberat rupiah mengalami kelemahan sebenarnya dari mulai awal,
04:02di tanggal 2 Juli itu pada saat Juli sudah datang rancang perdagangan,
04:08ya kemudian inflasi, kemudian manufaktur Indonesia, cadangan depisah,
04:15ya ini yang mengalami satu penurunan.
04:18Ya, kecuali mungkin untuk cadangan depisah.
04:21Mungkin akan saya buka satu persatu, terutama adalah rancang perdagangan.
04:25Dan rancang perdagangan di bulan Mei ini,
04:27ini mengalami depisit 1,61 miliar.
04:30Yang sebelumnya kita lihat di bulan April itu surplus 90 juta USD.
04:37Walaupun di bulan sebelumnya, ini pun juga mengalami depisit.
04:42Tetapi kita lihat bahwa depisit yang terjadi di bulan Mei ini,
04:49ini menandakan bahwa kebutuhan untuk impor minyak mentah ini cukup besar,
04:55sehingga terjadi depisit. Itu yang pertama.
04:58Kemudian yang kedua, inflasi.
05:06Pak Ibrahim,
05:08baik, tapaknya ada gangguan audio bersama dalam sumber kami,
05:12Ibrahim Aswaibi, pengamat komoditas.
05:14Dan paling tidak saudara yang dapat kami informasikan terkait dengan nilai tukar rupiah,
05:19saat ini memang selama dua hari berturut-turut,
05:23begitu mengalami penurunan dari 17 ribuan,
05:26atau bahkan ini hampir menyentuh 18 ribu di awal pekan,
05:30kemudian menembus level 18 ribuan di hari Rabu dan juga Kamis.
05:38Namun demikian, ini disebutkan bahwa sejumlah sentimen
05:43memengaruhi nilai tukar rupiah, termasuk domestik dan juga global.
05:48Secara domestik tadi disebutkan ada beberapa hal,
05:50termasuk inflasi dan juga neraca dagang yang terpantau juga defisit
05:55sebesar 1,6 miliar dolar Amerika Serikat,
06:00di mana ini memperberat nilai tukar rupiah akhir-akhir ini,
06:04meskipun laporan ini per Mei 2026.
06:08Termasuk juga ada angka inflasi yang juga menjadi pemberat kinerja rupiah
06:14hingga saat ini.
06:16Terpantau memang, saudara, bukan hanya dari pasar spot,
06:21kinerja rupiah juga melemah terlebih dari sektor perbankan.
06:26Kita lihat apabila kita dari Jisdorba Indonesia masih di angka 18 ribuan lebih begitu,
06:33namun di perbankan ada yang menjual hingga 18.200 lebih,
06:38dan juga rata-rata di 18.100an dengan angka beli di rata-rata 17.000 ataupun jual
06:46dan juga beli di angka 17.900an.
06:51Dan, saudara, kinerja rupiah ini seperti Anda lihat saat ini,
06:56ada beberapa yang kita jadikan referensi,
07:00termasuk di antaranya dari perbankan,
07:02data dari sejumlah perbankan per Kamis kemarin,
07:06dolar Amerika Serikat sampai dijual hingga 18.220 rupiah,
07:12tepatnya di Bank Tabungan Negara,
07:14sementara di Bank Mandiri di level 18.150 rupiah per dolar Amerika Serikat.
07:19BNI dan juga BCA menjual dolar dengan angka identik di 18.130 rupiah,
07:26sedangkan Bank Rakyat Indonesia menjual di level 18.116 rupiah.
07:33Untuk beli memang juga berbeda-beda, saudara,
07:36Bank Rakyat Indonesia berada di level tertinggi di 18.083 rupiah,
07:41sementara BNI di 18.070 rupiah.
07:44Sementara tiga bank lainnya ini masih di bawah level 18.000,
07:48seperti Anda saksikan, ada di 17.800an hingga 17.900an.
08:02data dari Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau
08:05Jisdor Bank Indonesia ini terpantau,
08:08saudara, rupiah terus mengalami tren pelemahan pada penutupan awal pekan ini,
08:14rupiah berada di level 17.999 per dolar Amerika Serikat,
08:19tinggal satu poin, ini menyentuh 18.000.
08:22Kemudian menguatipi sekesokan harinya di level 17.988,
08:27namun tidak berdaya menghadapi dolar hingga kembali menyentuh level psikologis 18.005 di 8 Juli,
08:35dan kembali melemah pada penutupan perdagangan kemarin di angka 18.090 per dolar Amerika Serikat.
08:41Kita kembali lanjutkan perbincangan dengan Ibrahim Aswaibi.
08:45Pak Ibrahim, kita lanjutkan kembali perbincangan.
08:47Tadi Anda sempat menyebutkan terkait dengan beberapa sentimen negatif
08:50yang menjadi pemberat rupiah ataupun kinerja rupiah.
08:54Ada inflasi dan juga neraca dagang yang juga defisit setelah 72 bulan terakhir ini terus surplus.
09:01Pak Ibrahim.
09:02Ya, halo Mas. Mungkin akan saya lanjutkan lagi.
09:05Kemudian data menupaktur PMI Indonesia pun juga mengalami kontraksi.
09:10Ya, kita lihat bahwa di bulan Mei itu di 50,1, ya kemudian di bulan Juni di 46,9.
09:16Ini mengindikasikan bahwa permasalahan tentang PHK masal,
09:23banyak perusahaan-perusahaan yang pindah dari Indonesia ke PN6,
09:27ini pun juga berdampak ya terhadap data manufaktur.
09:30Nah, kemudian cadangan depisa Indonesia pun juga di bulan Mei ini di 144,9 miliar,
09:38kemudian di bulan Juni itu 145,6 miliar.
09:43Ini pun juga mengalami peningkatan.
09:45Dan ini pun juga terangkannya besar.
09:47Ya, pada saat rupiah gojang gaji mengalami kelemahan,
09:51tetapi cadangan depisa kita meningkat.
09:54Nah, walaupun kita lihat bahwa cadangan depisa ini bisa untuk menangkan kekuatan di 4,9 bulan.
10:03Nah, kita harus lihat juga bahwa pemerintah internasional,
10:06seperti KIT Rating, mengatakan bahwa semua negara yang memiliki rating BBB, BBB,
10:13itu harus minimal, itulah 5 bulan.
10:16Artinya apa?
10:17Bahwa Bank Indonesia cadangan depisannya itu hanya kekuatan 4,9 bulan.
10:25Ini pun juga dipertanyakan,
10:27apalagi kemarin,
10:29indeks IKK,
10:33keyakinan konsumen,
10:34ini pun juga kita lebih penuhnya betul-betul ya.
10:36Kalau kita lihat dari bulan Januari,
10:38itu adalah di 127,0.
10:41Ya, kemudian di bulan Mei itu di 120,9.
10:45Kemudian di bulan Juni itu 117,8.
10:48Artinya apa?
10:49Indeks keyakinan konsumen ini mengalami penuhnya signifikan,
10:53sehingga wajar lah kalau seandainya rupiah ini mengalami pelemahan yang cukup signifikan.
11:00Sisi lain pun juga tentang masalah pasar modal kita,
11:04ya MSCA yang sampai saat ini masih menunda untuk apakah pasar modal Indonesia itu
11:10masuk emergency market atau counter market?
11:13Ini pun juga masih dipertanyakan.
11:15Nah, publikasi ini yang membuat rupiah mengalami pelemahan,
11:20apalagi ya kita lihat data eksternal pun juga mendukung
11:24pelemahan mata uang rupiah terjadinya perang di Timur Tengah
11:28bersamaan dengan masa berkabung Iran
11:31untuk pemeriksaan ayat lokal mini.
11:35Kemudian juga pertemuan bangsa atau Amerika yang terpecah.
11:39Ya, karena ada yang menginginkan menaikkan cukup bunga,
11:42mempertahankan cukup bunga.
11:43Kemudian John William, ya tadi malam pun juga mengatakan bahwa
11:47harga minyak mentah, kemungkinan besar akan mengalami penurunan.
11:51Ini dari segi kebijakan bangsa entar.
11:53Perpolitikan di Amerika juga sekarang memanas.
11:56Memasuk pasal apa? Pasal pemilu selat.
11:59Ya, karena harga gasolin terus mengalami kenaikan.
12:02Ini pasti akan berdampak terhadap kampanye Pak Tengah Republik.
12:05Ini yang digoreng oleh Pak Tengah Republik
12:07tentang kondisi perpolitikan di dalam negeri Amerika sendiri.
12:11Itu, Mas.
12:12Oke, secara domestik dan global sudah dijelaskan secara singkat
12:15begitu ya oleh Pak Ibrahim.
12:16Kalau kita lihat tadi yang bisa saya garis bawahi
12:19terkait juga ada diantaranya soal raca dagang yang defisit
12:23dan juga cadangan defisa begitu.
12:26Kalau kita bahas satu persatu, Pak Ibrahim,
12:29saya pertama ke soal indeks keyakinan konsumen atau IKK yang turun.
12:32Jika dielaborasi, apa kaitan langsungnya dengan pelemahan rupiah?
12:37Oh ya, pasti.
12:39Pasti indeks keyakinan konsumen ini mengalami penurunan,
12:42ini mengindikasikan bahwa daya beli masyarakat ini
12:45terus mengalami penurunan,
12:47ya itu pun juga berhubungan dengan payday manufaktur.
12:49Nah, jadi antara indeks keyakinan konsumen,
12:53ini juga ada berkaitan dengan payday manufaktur.
12:56Pada saat manufaktur mengalami terjadi kontraksi,
12:59ya pasti ini akan berdampak terhadap indeks keyakinan konsumen.
13:02Kita lihat bahwa indeks keyakinan konsumen
13:04dari bulan Januari yang cukup tinggi,
13:07yang kita lihat itu di 127,
13:10ya itu turun.
13:11Sampai di bulan Juni itu di 117.
13:14Artinya apa?
13:15Bahwa konsumen Indonesia pun juga mengalami penurunan,
13:19kemudian masalah PHK yang begitu besar.
13:22Kita lihat bahwa terutama adalah perusahaan-perusahaan yang panas karya,
13:26yang di Bandung seperti sepatu, kemudian konveksi.
13:29Ini cukup mendukung.
13:30Apalagi kemarin kejadian Tokopedia dan TikTok
13:33yang akan melakukan PHK.
13:35Ini pun juga berdampak cukup luar biasa.
13:37Dampaknya bukan terupiah saja,
13:39tetapi ke indeks harga sahabat buah pun juga mengenal.
13:42Ini indeks keyakinan konsumen
13:44dan indeks keyakinan konsumen itu adalah
13:46sangat vital sekali untuk
13:48kemana aras rupiah apakah akan menguat
13:51atau mengalami kelemahan.
13:53Itu mas.
13:53Oke, yang jadi catatan juga Pak Ibrahim adalah
13:56ini terkait dengan adanya catatan
13:59ataupun peringatan dari Fitch Rating
14:00soal kepercayaan investor.
14:02Seberapa jauh ini berkontribusi juga terhadap rupiah.
14:05Namun kita bahas selanjutnya Pak.
14:06Tetaplah bersama kami di Kompas Bisnis.
14:26Saudara soal rupiah yang kembali loyo
14:28menghadapi dolar Amerika Serikat
14:29hingga menembus angka psikologis
14:31lebih dari 18 ribu rupiah.
14:33Kita lanjutkan perbincangan bersama Ibrahim Aswaibi,
14:36pengamat ekonomi, mata uang, dan juga komoditas.
14:38Pak Ibrahim, kita lanjutkan perbincangan.
14:40Tadi Anda sempat secara singkat begitu
14:42memention apa saja yang menjadi pemberat
14:44kinerja rupiah.
14:46Ada soal inflasi, neraca dagang yang defisit,
14:48data PMI manufaktur, hingga kecadangan defisa.
14:51Kalau kita elaborasi satu persatu,
14:53Pak Ibrahim, termasuk salah satunya diantaranya adalah
14:55soal neraca dagang yang mematahkan rekor
14:5872 bulan surplus jadi defisit pada Mei 2026.
15:01Seberapa besar laporan ini memengaruhi pergerakan rupiah?
15:05Karena kalau kita lihat juga sepanjang tahun 2026,
15:08sebetulnya surplus begitu dari Januari, Februari,
15:11hingga April.
15:13Pak Ibrahim.
15:16Kalau saya lihat bahwa untuk terasa perdagangan
15:19di bulan April sendiri memang mengalami surplus
15:22di 90 juta dolar.
15:25Tetapi kita lihat bahwa surplus ini pun juga menyempit.
15:29Nah, ini menandakan bahwa di bulan berikutnya,
15:33di bulan Mei, karena kita lihat di bulan Mei,
15:35ini adalah impor minyak yang cukup besar
15:37dari Timur Tengah.
15:39Ini membuat apa?
15:40Membuat kebutuhan dolar yang cukup tinggi
15:42sehingga terjadi defisit sebesar 1,61 miliar.
15:46Nah, kita harus lihat bahwa
15:48kita tentang defisit terasa perdagangan.
15:52Kita pun juga bahwa defisit terasa perdagangan
15:55dipatok di APBN itu adalah 2,68 persen.
16:01Tetapi rupanya melebihi dari 2,68 persen.
16:04Bahkan menyentuh level 2,86 persen.
16:08Jadi, ada pembalikan dari 2,68
16:10menjadi 2,86.
16:12Nah, ini pun juga kita melihat bahwa
16:14subsidi yang dilakukan pemerintah
16:16untuk BBM dan lain-lain
16:18sampai semester pertama
16:20ini mengalami peningkatan di Rp233 triliun.
16:24Hampir di 52 persen
16:26dibandingkan sampai di bulan Mei kemarin.
16:29Di bulan Mei kemarin itu adalah di Rp203,7 triliun.
16:33Sedangkan panggu APBN sendiri
16:37itu hanya Rp381,3 triliun.
16:39Artinya apa?
16:40Bahwa semester pertama itu
16:42sampai melebihi dari 50 persen.
16:4552 persen.
16:46Bisanya dalam pertemuan kemarin di DPR
16:49ya Menteri Keuangan Purbaya
16:51melakukan revisi
16:52untuk apa?
16:53Untuk semester kedua.
16:55Ini sudah cukup bagus.
16:56Apalagi untuk minyak mentahnya itu
16:58dipatok di Rp83 per barrel.
17:01Ini artinya bahwa
17:05pemerintah pun juga sudah sigap.
17:07Tetapi harus ingat bahwa
17:08kalau seandainya perang terjadi
17:10kita harus ingat bahwa
17:11perang saat ini itu
17:13Iran itu sedang berkabung.
17:15Artinya Pak Iran pun juga masih
17:16setengah-setengah melakukan penyerangan.
17:18Tapi pada saat nanti
17:19masa berkabung selesai
17:20di minggu depan
17:21bisa saja
17:22Iran akan sepolatis melakukan penyerangan
17:24terhadap fasilitas-fasilitas
17:25Amerika yang ada di timur tengah.
17:28Dan ini apa?
17:28berdampak terhadap apa
17:30terhadap kenaikan harga minyak.
17:32Memang saat ini
17:32harga minyak mengalami penurunan
17:34akibat apa?
17:35Pernyataan dari
17:36Gubernur Bank Sentral Amerika
17:38ya terutama adalah
17:39John William
17:39yang mengatakan bahwa
17:41harga minyak
17:42kemungkinan besar akan turun.
17:43Bisa saja
17:44ini pun juga
17:45intervensi dari Trump
17:46karena Trump sendiri
17:47menginginkan gasol itu
17:49mengalami penurunan.
17:50Karena ini dampaknya
17:51terhadap
17:52pemilu selat di Amerika.
17:53Itu Mas.
17:54Oke sebelum kita lebih jauh
17:55membahas soal eksternal.
17:56Pak Ibrahim
17:57dari domestik pun Anda
17:58sempat menyebutkan tadi
17:59terkait dengan cadangan devisa.
18:01Kita ketahui bahwa
18:02cadangan devisa
18:03di bulan Juni kemarin
18:04ini naik
18:05jadi 145,6 miliar dolar
18:07Amerika Serikat
18:08dibandingkan Mei
18:09sebesar 144,9 miliar dolar.
18:12Ini tipis sih begitu
18:13Pak Ibrahim.
18:14Apakah ini tidak cukup ampuh
18:15terhadap penguatan rupiah?
18:17Oh iya
18:19jadi menurut saya
18:20tidak.
18:21Ya pada saat
18:21kondisi rupiah
18:22bergolak
18:23ya mengalami
18:24pelemahan
18:25Bank Indonesia
18:26selalu mengatakan bahwa
18:27terus melakukan
18:29intervensi
18:30ya baik di pasar
18:31internasional
18:31pasar domestik
18:32obligasi
18:33kemudian
18:34di paluta asing
18:35tetapi
18:35kenyataannya
18:36adalah cadangan devisanya
18:38mengalami
18:38kenaikan.
18:39Itu yang pertama.
18:40Yang kedua
18:40selalu mengatakan bahwa
18:42Bank Indonesia
18:43bahwa cadangan
18:44devisa
18:45ya sebesar
18:45145,6 miliar
18:48dolar
18:48ini untuk kecukupan
18:50di 4,9 bulan.
18:52Nah ini pun juga
18:53menjadi
18:53tatanya besar
18:54karena secara
18:55internasional
18:56pemerintah internasional
18:57bahwa
18:57negara
18:59ya yang memiliki
19:00rating
19:01ya triple B
19:03ya BBB
19:04itu harus
19:05mengawal
19:06bahwa cadangan ini
19:07untuk 5 bulan.
19:08Nah ini yang harus
19:09diperhatikan juga
19:10oleh Bank Indonesia.
19:11Jadi
19:11sama juga
19:13seperti
19:13sebenarnya tentang
19:14masalah
19:14pasar modal
19:16tentang masalah
19:17free float
19:17yang dimana
19:18secara internasional
19:19itu dibatasi
19:20minimal itu adalah
19:2115 persen
19:21tetapi Indonesia
19:23ini kan
19:23di 3 sampai
19:247,5 persen.
19:25Nah Bank Indonesia
19:26itu harus berpikir
19:27ulang juga
19:27untuk kekuatannya
19:28apa?
19:29Untuk 5 bulan
19:30ke depan.
19:30Nah ini yang
19:31menjadi tanda-tanda besar
19:32sehingga apa?
19:33Arus modal asing
19:34begitu besar
19:35rupiah
19:36melemah cukup tajam
19:37kemarin
19:38bahkan saya katakan
19:39bahwa cukup tajam
19:39karena apa?
19:40Karena 114 poin
19:42ya sebelum-sebelumnya
19:43tidak seperti itu.
19:44ini penurunan yang cukup
19:45luar biasa
19:46sampai ditutup
19:46di 18.128 rupiah
19:50ini cukup
19:51fantastis
19:52bagi saya
19:53walaupun sebelumnya
19:54dua hari sebelumnya
19:55Bank Indonesia
19:56mengatakan bahwa
19:57intervensi yang dilakukan
19:59oleh BI
19:59ya cukup
20:00mumpuni
20:01dan
20:01rupiah
20:03menguat 15 poin
20:04tapi
20:04setelah itu
20:05rupiah kembali
20:06mengalami
20:07perlemahan yang cukup
20:08signifikan
20:09komplikasi
20:10antara internal
20:11dan eksternal
20:12cukup besar
20:12kemudian
20:13kita lihat juga
20:14tentang masalah
20:15kooperasi Merah Putih
20:16kooperasi Merah Putih itu
20:17kebocoran
20:18yang terjadi itu
20:1946 triliun
20:21rupiah
20:22artinya
20:22pemerintah harus
20:23melakukan pengusutan
20:24ya serang tegas
20:25apalagi kemarin juga
20:26terjadi
20:27ya satu penangkapan
20:28pejabat
20:29dari Kejaksaan Agung
20:31ini pun juga
20:31mempengaruhi
20:32triliunan rupiah
20:34uang ada di situ
20:34artinya apa
20:35pasar sedikit apatis
20:37seorang penegak hukum
20:38yang mereka menangkap orang
20:40tapi dia sendirilah
20:40melawan korupsi
20:41ditangkap
20:42ini
20:42apa
20:43bagi
20:44global
20:45bahwa
20:46Indonesia
20:47seorang pejabatnya
20:48pun juga
20:49yang menangani tentang
20:50korupsi
20:51mereka itu korupsi
20:52itu loh mas
20:54penegakan hukum
20:55hingga kebocoran APBN
20:56juga menjadi concern
20:57dalam hal ini
20:57tapi kalau kita
20:58kembalikan lagi
20:59Pak Ibrahim terkait dengan
21:00cadangan devisa
21:01yang bulan Juni
21:02memang naik tipis
21:03dibandingkan bulan sebelumnya
21:04namun kalau kita lihat
21:05secara tren
21:06Pak Ibrahim tetap saja
21:07menurun baik secara
21:08year on year
21:09maupun year to date
21:10apakah artinya
21:11peran Bank Indonesia
21:12untuk intervensi
21:13ini semakin terbatas
21:16ya
21:18Bank Indonesia
21:19sebenarnya cuma
21:20punya cara
21:20cuma satu
21:21ya
21:22karena apa
21:23pada saat
21:24melakukan intervensi
21:25hampir setiap hari
21:26intervensi
21:27ya baik di pasar internasional
21:28maupun pasar domestik
21:30cara satu-satunya
21:31Bank Indonesia
21:32itu ya
21:32yang paling ampuh
21:34itu adalah
21:34menaikkan suku bunga
21:35target saya
21:36sampai akhir tahun
21:37kemungkinan besar
21:38200 basis point
21:39kalau seandainya
21:40100 basis point
21:41sudah selesai
21:41ya berarti ada
21:42100 basis point lagi
21:44untuk
21:44menaikkan suku bunga
21:46nah kenapa
21:46Bank Indonesia
21:47harus menaikkan suku bunga
21:48karena caranya
21:49cuma itu saja
21:49untuk sambil kamar tahu
21:51walaupun dapatnya
21:52terhadap
21:53suku bunga kredit
21:54yang mengalami kenaikan
21:55dan kita pun lihat
21:56tidak tahu
21:57sekarang itu
21:57Bank Ibrahim
21:58deposito
21:59ya satu bulan
22:00itu sudah 7%
22:01emas
22:02kemudian
22:02obligasi pun
22:04juga sudah
22:04di atas
22:057,4%
22:06ya artinya apa
22:07bahwa
22:08ini mengindikasikan
22:09bahwa
22:09bank-bank pun
22:10juga
22:10ingin menarik
22:12dalam masyarakat
22:13yang tadinya pun
22:14juga
22:14sudah mereka
22:15berpindakan
22:16di peruntuk asil
22:17dan harus diingat
22:18bahwa
22:18ini adalah
22:19kuartal kedua
22:20sudah berakhir
22:21artinya apa
22:21perusahaan-perusahaan
22:23yang isi di perusahaan
22:24ini pun juga
22:24harus menyiapkan
22:25dolar
22:25ya untuk
22:26pembagian debiden
22:27sehingga Pak
22:28menurut saya
22:29bahwa
22:29kalau rupiah
22:30melemah
22:30sangat wajar
22:31sekali
22:31ya dalam
22:32kondisi saat ini
22:33karena komplikasi
22:34yang terjadi
22:35secara internal
22:36ini mengarah
22:37ke apa
22:38ya ke
22:38perlemahan
22:38mata uang
22:39itu ya
22:39itu Mas
22:40oke
22:41tampaknya
22:42kondisi-kondisi saat ini
22:43Pak Ibrahim
22:44menjadi sorotan
22:44terutama dari
22:45lembaga
22:46pemeringkat internasional
22:47termasuk laporan terbaru
22:48dari
22:49Fitch Ratings
22:49yang memperingatkan
22:51Indonesia selain
22:52suatu rentanan
22:52cadangan devisa
22:53yang turun secara tahunan
22:54juga terkait
22:55kepercayaan investor
22:56bagaimana ini
22:57harusnya
22:57di respons
22:58oleh pemerintah
22:59agar
23:00pelemahan rupiah
23:00tidak terus terjadi
23:03pemerintah sudah
23:04merespon
23:04pemerintah sudah
23:05merespon
23:06terutama dalam
23:06pasar modal
23:07ya OJK
23:08Bursa Teknik Indonesia
23:09tetapi
23:09mungkin
23:11ini sangat
23:11sulit sekali
23:12permasalahan
23:13preflop
23:13ya
23:14dari
23:153
23:153
23:177,5
23:18menjadi 15 persen
23:19ini membutuhkan
23:19yang cukup besar
23:20ya di atas
23:21150 triliun
23:22rupiah
23:24artinya apa
23:24ini perlu
23:25kehatian-hatian
23:26ya tidak
23:27mungkin
23:27ya
23:28perusahaan-perusahaan
23:29di perusahaan itu
23:29langsung mempunyai
23:31uang yang cukup besar
23:32nah ini yang
23:33selalu
23:34menjadi kendala
23:35misalnya kemarin
23:36MSCI itu
23:37langsung menangguhkan
23:38karena tidak adanya
23:39transparansi
23:40tidak ada transparansi
23:41data
23:41yang
23:42ada di Indonesia
23:44misalnya ada ketakutan
23:45bahwa
23:45kalau seandainya
23:46transparansi ini
23:47tidak
23:48berjalan dengan baik
23:49terutama
23:50tentang masalah
23:51free port
23:51ya bisa saja
23:52pabrikat internasional
23:53juga akan menurunkan
23:54suspend
23:55ya oleh MSCI
23:57ya kemungkinan besar
23:58akan terjadi
23:59ini yang
23:59kita lihat nanti
24:00di bulan Agus
24:01September
24:01seperti apa
24:02ya OJK
24:04maupun Bursa Epek Indonesia
24:05dalam
24:08berinteraksi
24:09untuk
24:09membuat
24:10apa-apa
24:11agar pasar modal
24:11kita
24:12diterima
24:13oleh
24:13pasar global
24:15ya sehingga
24:15MSCI itu
24:16memberikan rating
24:18energy market
24:19nah ini
24:19kita harus ingat
24:20kita kalah juga
24:21dengan Vietnam
24:21Vietnam sudah menjadi
24:23negara berkembang
24:24yang
24:24mendekati
24:25maju
24:25artinya apa
24:26bahwa
24:27ekonomi
24:28Vietnam pun
24:29juga dikuatkan
24:30kedua cukup
24:30bagus ya
24:31di atas 8%
24:32nah ini pun juga
24:33dampaknya ya
24:34harusnya Indonesia
24:35mengikuti
24:36gerak langkah
24:36yang dilakukan
24:37oleh
24:38Vietnam
24:38yang
24:39salah satu negara
24:40di ASEAN
24:41yang cukup
24:41mumpuni
24:42ya perekonomiannya
24:43nah ini
24:44ini harus
24:44sebagai
24:45ini ya
24:45sebagai
24:47apa
24:48semangat
24:49ya Indonesia
24:50seperti itu
24:51nah kita harus ingat juga
24:52bahwa di Vietnam
24:53dengan Indonesia
24:54berbeda
24:54Vietnam itu
24:55pembentukan
24:57pertumbuhan ekonominya
24:58itu adalah
24:5950% dari
25:00investasi
25:00sama dengan
25:01Tiongkok
25:02nah di Indonesia ini
25:03pembentukan
25:04pertumbuhan ekonominya
25:0750% dari
25:08daya beli masyarakat
25:09artinya apa
25:09bahwa
25:10pemerintah
25:10selalu
25:11melakukan
25:12intervensi
25:13ya di pasar
25:15yang belikan
25:15BLT
25:16ya dana
25:17BOS
25:17dan lain-lain
25:18ini yang mengangkat
25:192,9%
25:21ya
25:21apa
25:22daya beli masyarakat
25:24sehingga
25:25pertumbuhan ekonomi
25:26Indonesia
25:27cukup bagus pun
25:28juga tidak akan
25:29berpengaruh
25:29ya terhadap
25:30kelas menengah
25:31kebawah
25:32buktinya apa
25:33daya beli
25:34masyarakat menurun
25:35PHK
25:35di mana-mana
25:36ya karena
25:37penutupnya perusahaan
25:38berbeda dengan
25:39di negara
25:40ASEAN lainnya
25:41terutama
25:41adalah Vietnam
25:42yang berfokus
25:43terhadap
25:44investasi
25:45yang 50%
25:46itu mas
25:47berarti majunya
25:47negara tetangga
25:48termasuk seperti
25:49Vietnam
25:49ini harus dijadikan
25:50motivasi oleh kita
25:51ya
25:51Pak Ibrahim
25:52kita lihat juga
25:54tadi
25:54selain dari
25:55fit ratings
25:56masih
25:56berapa waktu
25:57ke depan
25:58ada sejumlah
25:59lembaga pemerintah
26:00lainnya yang kemungkinan
26:01juga akan memberikan
26:02rating ke Indonesia
26:02ini harusnya jadi
26:03perhatian
26:04kalau kita
26:05bergeser lagi
26:06dari sentimen
26:07domestik
26:08ke sentimen
26:09eksternal
26:09Anda sempat
26:10menion tadi
26:10sebelumnya
26:11secara singkat
26:12sebetulnya
26:12seberapa besar sih
26:14pengaruh
26:14sentimen eksternal
26:15termasuk serangan
26:16Amerika Serikat
26:18di Timur Tengah
26:18terhadap
26:19penekanan
26:20terhadap rupiah
26:21begitu
26:21karena kalau kita
26:22selalu mengandalkan
26:23ataupun melihat
26:24kondisi di Timur Tengah
26:26serangan Amerika Serikat
26:27dan juga Iran
26:28artinya kerentanan rupiah
26:29ini
26:30semakin tidak pasti
26:31dong Pak Ibrahim
26:33jadi gini Mas
26:35kita lihat pada saat
26:37nota kesepahaman
26:39kesepakatan antara
26:40Amerika dan Iran
26:42ditatangani
26:42kemudian selat
26:43kormus dibuka
26:44ini harga minyak ini
26:45turun
26:46nah turunnya harga minyak ini
26:47karena jadi
26:48oversupply
26:49ya oversupply
26:50sebelumnya
26:51saya sudah mengatakan
26:52bahwa
26:52103,1 juta
26:54barrel per hari
26:55itu adalah produksi
26:56tetapi permintaannya
26:57itulah dibawah
26:58100 juta
26:59barrel per hari
26:59kenyataannya setelah
27:01selat kormus dibuka
27:02ya setiap hari
27:03itu cukup meledak
27:05ininya
27:05apa
27:07ekspornya
27:08ya
27:09transportasinya jalan
27:10kemudian produksinya naik
27:11bahkan
27:12di pasaran
27:13di pasar gelap
27:14ya
27:15harga minyak itu
27:16dijual itu
27:18di
27:1810 dolar
27:19per bareng
27:20itu terutama adalah
27:21minyak-minyak
27:22dari angol
27:23karena apa
27:24persaingan
27:25yang cukup ketat
27:26ya
27:26sehingga harga minyak ini
27:28di bawah
27:28harga standar
27:29di
27:3065 sampai
27:3170
27:32nah di sisi lain pun
27:34juga itu
27:34sebenarnya cukup bagus
27:35akhirnya rupiah mengalami
27:36harga minyak turun
27:38rupiah juga
27:39sedikit mengalami
27:40penguatan
27:41tetapi
27:42kita harus berhati-hati
27:43juga bahwa
27:43dampak geopolitik
27:45ya di timur tengah
27:46ada ketakutan
27:47sejadinya perang
27:48ini
27:48kemudian
27:49Iran menutup
27:50selat kormus
27:50jadi menutup
27:52selat kormus
27:53sehingga
27:53para spekulan
27:54bermain
27:55mereka
27:55kembali
27:56menaikkan harga
27:57minyak mentah
27:58karena apa
27:59negara-negara
28:00yang transportasi
28:02kapalnya melalui
28:02selat kormus
28:03pasti akan
28:04menaikkan
28:05asuransinya
28:05asuransi ini
28:07yang paling ditaputkan
28:08pada saat
28:08asuransi
28:09ya
28:09untuk
28:10transportasi
28:11kapal-kapal
28:13yang berlayar
28:13disitu
28:14dinaikkan
28:14ini akan berdampak
28:15juga adalah
28:16terhadap
28:17harga minyak
28:18dan muatnya
28:20di dek dolar
28:20nah sehingga
28:21disinilah
28:22para spekulan
28:22itu begitu besar
28:24menggoreng
28:25agar
28:26minyak
28:26di naik
28:27sebenarnya
28:28terjadi
28:28over supply
28:28itu yang pertama
28:30kemudian yang kedua
28:31di Eropa Timur sendiri
28:32Rusia dan Ukraina
28:33kita lihat bahwa
28:34Ukraina itu
28:35menyerang Rusia
28:36itu bukan
28:37gedung-gedung tinggi
28:39tapi yang diserang itu
28:41adalah
28:41instalasi minyak
28:44ya minyak
28:44Rusia
28:45sampai Rusia itu
28:46sedangkan minyaknya
28:47berkurang
28:47karena diserang
28:48menggunakan drone
28:49oleh Ukraina
28:50walaupun
28:51Rusia pun juga
28:52menyerang
28:52ibu kota
28:53Ukraina
28:54dengan persenjatanya
28:55cukup
28:56besar
28:57tapi
28:57kalau kita lihat
28:58bahwa
28:59Ukraina selalu menangkan
29:00dalam peperangan tersebut
29:02itu mas
29:02oke Pak Ibrahim
29:03terakhir
29:04boleh dijawab singkat saja
29:05proyeksi Anda
29:06pergerakan rupiah
29:07akan seperti apa
29:08dalam jangka pendek
29:09apakah
29:09optimisme Bank Indonesia
29:11mengembalikan rupiah
29:12ke level 15 ribu
29:13hingga 16 ribuan
29:14di semester 2
29:15tahun ini
29:15masih memungkinkan
29:18kalau
29:19menurut saya
29:20sebagai seorang pengamat
29:21bahwa
29:22rupiah ke 15 ribu
29:23sangat sulit sekali
29:24dalam kondisi saat ini
29:26apalagi
29:27apa
29:28eksternal
29:29terutama
29:29dalam Amerika
29:30dan Iran
29:30ini
29:30yang kemungkinan
29:31sampai tahun
29:322027
29:33ini pasti akan
29:33bergolak
29:35ya kemudian
29:36kita lihat
29:36walaupun kemarin
29:38Menteri Keuangan
29:39sudah
29:41membuat
29:42satu
29:42apa
29:43untuk
29:44APBN
29:44ya di tahun
29:45sisi pasar kedua
29:46ya ini pun juga
29:48bahkan mengatakan
29:49bahwa akan
29:52maksimal
29:52itu di
29:53depisit anggaran
29:54di 2,86
29:55ya kita tinggal
29:56lihat saja
29:57tetapi rupiah ini
29:58masih akan terus
29:59mengalami
29:59kelemahan
30:00bahkan
30:01kalau seandainya
30:01terjadi perang lagi
30:02di timur setengah
30:0319 ribu
30:04kemungkinan besar
30:05akan tercapai
30:06untuk
30:07mendekati level
30:0815 ribu
30:09sangat berat sekali
30:10ya walaupun
30:11dilakukan oleh
30:12Bank Indonesia
30:13maupun
30:13pemerintah
30:14bekerja sama
30:15begitu kuat
30:15ya sangat sulit
30:16tetapi
30:17kalau di atas
30:1817 ribu
30:19kemungkinan besar
30:20akan tetap ada
30:2117.500
30:22itu mungkin adalah
30:23level terendahnya
30:25dan level tertingginya
30:26saya melihat
30:27akan mencapai
30:28di level
30:2819 ribuan
30:29gitu mas
30:30oke level tertingginya
30:31di 19 ribuan
30:32apabila kita melihat
30:33bahwa keterangan
30:34dari Bank Indonesia
30:35dan juga pemerintah
30:35di beberapa bulan lalu
30:37optimisme terkait
30:38dengan penguatan rupiah
30:39di bulan Agustus
30:40di angka
30:4015 ribuan
30:42hingga 16 ribuan
30:42ini
30:43tapaknya
30:43sulit tercapai
30:45begitu
30:45mengingat juga
30:46adanya kombinasi
30:47sentimen negatif
30:48baik domestik
30:48maupun eksternal
30:50terima kasih
30:50Ibrahim Aswaibi
30:52pengamat ekonomi
30:53mata uang
30:53dan juga komoditas
30:54atas penjelasannya
30:55di kompas bisnis hari ini
30:56sehat selalu pak
30:58ya terima kasih sekali
31:02saudara jangan kemana-mana
31:04karena
31:04Sapa Indonesia Pagi
31:06akan kembali
31:06untuk anda
31:07dengan sejumlah
31:07informasi lainnya
31:08di antaranya
31:09Bupati Sukoharjo
31:10Etik Suryani
31:11terkena operasi
31:12tangkap tangan
31:13Komisi Pemberantasan Korupsi
31:16saya jeda
31:16kami kembali
31:17untuk anda
31:24selamat menikmati
Komentar

Dianjurkan