- 3 jam yang lalu
- #jokowi
- #safaripolitik
- #elektabilitas
- #gibran
KOMPAS.TV - Safari politik yang mulai dilakukan Joko Widodo kembali menjadi sorotan publik karena dinilai memiliki makna strategis dalam peta politik nasional menjelang 2029.
Sejumlah pengamat seperti Mardiansyah Semar selaku Ketua Umum Rampai Nusantara dan Ray Rangkuti, Direktur Eksekutif Lingkar Madani, turut menyoroti arah dan tujuan dari rangkaian konsolidasi tersebut.
#jokowi #safaripolitik #elektabilitas #gibran
Baca Juga Razman Arif Nasution Resmi Jalani Hukuman 18 Bulan di Lapas Cipinang di https://www.kompas.tv/regional/677331/razman-arif-nasution-resmi-jalani-hukuman-18-bulan-di-lapas-cipinang
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/677334/full-ray-rangkuti-dan-mardiansyah-semar-soroti-tujuan-jokowi-blusukan-bantu-elektabilitas-gibran
Sejumlah pengamat seperti Mardiansyah Semar selaku Ketua Umum Rampai Nusantara dan Ray Rangkuti, Direktur Eksekutif Lingkar Madani, turut menyoroti arah dan tujuan dari rangkaian konsolidasi tersebut.
#jokowi #safaripolitik #elektabilitas #gibran
Baca Juga Razman Arif Nasution Resmi Jalani Hukuman 18 Bulan di Lapas Cipinang di https://www.kompas.tv/regional/677331/razman-arif-nasution-resmi-jalani-hukuman-18-bulan-di-lapas-cipinang
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/677334/full-ray-rangkuti-dan-mardiansyah-semar-soroti-tujuan-jokowi-blusukan-bantu-elektabilitas-gibran
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Apa kira-kira makna politik dari safari yang baru saja dimulai perdana hari ini di Lampung oleh Jokowi Dodo?
00:06Sudah bergabung di studio Menara Kompas TV.
00:09Sudah ada Mardia Isil Semar selaku Ketua Umum Rampai Nusantara.
00:11Mas Semar, selamat malam.
00:12Malam, Udri.
00:13Dan hadir juga dari Rangkuti Direktur Eksekutif Lingkar Manadi.
00:16Bang Rai, malam.
00:17Malam.
00:18Saya mau tahu dulu nih.
00:18Hali aja nih saya bersenat.
00:20Saya mau tahu dulu nih ke Bang Semar.
00:23Mas Semar, ini pertama kalinya Pak Jokowi akhirnya safari politik setelah sehat.
00:27Iya.
00:28Kenapa sih harus safari politik?
00:30Colong untuk Pilpres 2029 untuk anaknya Gibran atau untuk PSI?
00:35Enggak sih, dia kangen aja ketemu masyarakat.
00:38Jadi sebenarnya Pak Jokowi itu dari beberapa bulan waktu masih kurang fit ya, masih agak kurang sehat.
00:44Dia pernah sampaikan juga ke saya bahwa kalau nanti saya sudah sehat, saya ingin ketemu masyarakat.
00:48Kenapa? Pasti kan ada maksud dibalik.
00:51Rindu sama masyarakat.
00:52Karena begini ya, Udrim.
00:54Kita tidak bisa menafikan bahwa Pak Jokowi mungkin ya, dari delapan presiden,
01:00di Indonesia ini, itu salah satu yang bisa kita kategorikan tumbuh dan layih dari rakyat itu kan Pak Jokowi.
01:07Kan kita tahu Pak Karno, alatar belakangnya apa, Pak Harto Jendral dan lain sebagainya gitu, Pak Habibie, Gus Dur, cucunya
01:15pendiri NU, matan ketua PBNU, termasuk Pak SBY Jendral, Bu Mega dan lain sebagainya.
01:19Kayaknya Pak Jokowi, anak tukang kayu atau tukang kayu yang pernah digusur.
01:23Berarti memang dia merasakan betul denyut kerakyatan yang selama ini itu menjadi jiwanya tuh, sampai dia akhirnya bisa terpilih menjadi
01:30presiden dua periode.
01:31Meskipun Pak Jokowi saat itu juga pernah mengatakan bahwa ia akan istirahat setelah pensiun.
01:36Ia akan istirahat.
01:37Bahwa dia akhirnya rindu untuk ketemu masyarakat kan soal lain.
01:40Dan sebenarnya begini, ketika banyak orang coba untuk memonitor ya pergerakan Pak Jokowi kemanapun dan apapun yang dilakukan, itu maksud
01:52saya sih sebenarnya agak-agak aneh juga.
01:54Karena sebenarnya Pak SBY kan juga melakukan hal sama dengan yang melukis, dengan misalnya ikut turnamen pertandingan bola-bola volley
02:03kemana-mana gitu, itu kan bagian juga dari menikmati hobinya tuh.
02:06Tapi ada yang memonitor ya memang Bang?
02:08Ya kan misalnya bahwa ini menjadi apa ya, menjadi sesuatu yang diperdebatkan, didiskusikan, itu kan berarti orang kan selalu melihat
02:17pergerakannya Pak Jokowi.
02:19Bahwa jangan-jangan Pak Jokowi sudah mulai ancang-ancang, curi star seperti Audrey yang bilang, enggak Pak Jokowi itu memang
02:25begitu.
02:26Kekuatannya ada di rakyat dan dia jaga itu, dia jaga itu dan satu hal Audrey, Pak Jokowi itu faktanya punya
02:32anak yang sekarang ini menjabat sebagai wakil presiden.
02:35Kita pun kalau misalnya punya anak yang jadi wakil presiden, akan kita lakukan apa yang bisa kita lakukan untuk membantu
02:42wakil presiden.
02:42Untuk membantu, sekedar membantu menjaga Mas Gibran nih, sampai nanti selesai.
02:48Atau memulai membantu Mas Gibran di 2029 Bang Rey, ketika safari politik Pak Jokowi sudah dimulai?
02:54Ya, pertama dulu soal definisi istirahat tadi ya. Istirahat bagi Pak Jokowi itu ya mungkin yang begini-begini.
03:03Bukan istirahat dalam arti yang santa ya?
03:05Bukan istirahat dalam bayangan kita. Istirahat bagi Pak Jokowi itu ya turun lagi ke bawah, turun lagi.
03:10Ngapain ya Bang Bang? Ngapain?
03:12Ya, kalau tadi disebut ketemu rakyat, ya ketemu rakyat ya untuk politik. Kan itu jelas-jelas kok.
03:19Nggak perlu lagi bersidat didah lah soal itu.
03:21Ya, misalnya pertemuan Lampung itu adalah konsolidasi partai. Kan jelas itu politik.
03:28Yang kedua memperkuat posisi Prabowo Gibran. Ya itu jelas politik.
03:32Yang ketiga adalah menguat posisi PSI untuk dapat menang pada 2029 yang akan datang.
03:39Jadi tiga-tiganya apalagi kalau bukan politik.
03:43Semua politik.
03:44Semua politik?
03:44Iya.
03:45Meskipun tadi kata Mas Semar bilang ya meskipun ada yang...
03:47Karena dia relawan. Nah dia relawan bahasa politik ini harus dia buat dengan bahasa itu.
03:54Sebagaimana dia juga mendefinisikan ini semuanya rehat aja.
03:58Ya rehatnya itu ya kerja politik itu.
03:59Tapi bagi-bagi parpol-parpol lain, apakah ini juga menjadi ancang-ancang juga?
04:03Wah Pak Jokowi udah benar-benar turun gunung nih?
04:06Oh dengan sendirinya.
04:07Karena kalau begini ya, kita lihat tipologinya tuh.
04:12Tingkat popularitas Pak Jokowi ini kan masih di sekitar 70-an ya.
04:16Gitu ya.
04:17Terus umumnya basis pemilihnya itu ya memang ada di pedesaan, warga NU, dan seterus-terusnya gitu.
04:24Alis begini, kalau tujuan Pak Jokowi itu adalah memaksimalkan suara rakyat,
04:29ke PSI, ada beberapa pantai yang mungkin ya merasa akan menjadi berat nih sebagai saingan gitu.
04:37Salah satu adalah PKB, karena PKB ini basis tradisionalnya adalah NU, dan salah satu yang cukup dekat dengan Pak Jokowi
04:46itu adalah NU.
04:47Yang kedua, Pak Jokowi juga kelihatan cukup kuat ya di Jawa, Jawa Timur, Jawa Tengah khususnya ya.
04:54Dan itu juga lagi-lagi adalah basisnya PKB gitu.
04:58Tapi pertanyaan selanjutnya adalah lebih realistis mana Bang Reng ketika tadi Pak Jokowi ingin memenangkan PSI di 2029,
05:06atau ingin memajukan nama anaknya kali ini bukan sebagai cawapres, tapi sebagai capres.
05:11Usai jadah nanti Bapak-Bapak akan menjawabnya tetap bersama kami di Sampai Indonesia Malam.
05:14Jadi sebenarnya Bang Reng lebih realistis mana sih ketika Pak Jokowi turun safari politik keliling-keliling,
05:19bahkan katanya waktu itu dibilang sampai ke kecamatan saya masih sanggup.
05:22Ini untuk siapa? Untuk PSI atau lebih ke untuk anaknya?
05:26Supaya disiapkan tidak hanya sekedar menjadi cawapres nanti, tapi sebagai capres.
05:30Dua-duanya. Jadi baik untuk posisi anaknya sebagai wakil presiden sampai sekarang itu,
05:36dan bisa berlanjut, kan targetnya ini kan dua priode kan, Prabowo Gibran.
05:43Tapi harus tetap dibuat skenario kalau Pak Prabowo misalnya memilih pasangan yang lain.
05:48Oh udah ancang-ancang, Pak kebagian nih?
05:50Gak kebagian?
05:52Bagi orang seperti Pak Jokowi gak kebagian, justru boleh jadi dibilang telat ya.
05:58Kenapa gitu? Karena satu, beliau kan sendiri nih,
06:02kalau dibandingkan dengan Golkar, dibandingkan dengan Gerindra, macam-macam,
06:06ya Golkar Gerindra sekarang sampai jalan terus, kan?
06:08Kan menteri mereka ada di kabinet dan seterusnya-seterusnya gitu.
06:11Jadi, kedua, kalau Pak Jokowi misalnya mengandalkan tokoh-tokoh PSI-nya,
06:17khususnya yang mereka ada sekarang di kabinet, kan gak naik juga suara PSI-nya.
06:21Artinya gak bisa diharapkan total tuh, orang-orang yang ada di kabinetnya Pak Prabowo gitu.
06:27Nah, otomatis harus turun sendiri, mau tidak mau gitu.
06:31Nah, jadi apakah ini telat? Apakah ini tidak terburu-buru?
06:34Justru, saya telat.
06:35Karena sampai saat ini kelihatan elektabilitas PSI ya, kalau disurvey, gak naik-naik juga gitu.
06:41Nah, jadi skenario pertama adalah gimana pasangan ini tetap dari sampai 2009-2009 naik lagi.
06:48Kalau ternyata tidak, ya otomatis harus cari pasangan yang lain kan.
06:52Yang kedua, tentu saya harus menaikkan elektabilitas PSI.
06:56Untuk apa ya? Untuk menopang Gibran.
06:57Sebab kalau elektabilitas PSI gak naik gitu ya.
07:00Untuk menjaga Pak Jokowi juga tetap eksis?
07:02Eksis itu menurut saya implikasi kalau dari partai ini bisa kuat gitu loh Pak.
07:07Saya kira bukan itu lagi target utamanya.
07:10Target utamanya itu adalah ya anak-anaknya yang eksis gitu loh.
07:13Bukan lagi Pak Prabowo, Pak Jokowi gitu.
07:15Makanya kalau bisa ya Gibran entah itu berpasangan dengan Pak Prabowo atau tidak, 2009 tetap eksis gitu ya.
07:22PSI 2009 harus naik supaya lebih eksis lagi gitu.
07:26Jadi bukan, dan masih ada menantunya ya di Sumatera Utara gitu.
07:30Jadi bukan lagi kepada Pak Jokowi pribadi, tapi ini lebih berorientasi kepada keluarga gitu.
07:36Kalau Pak Jokowi sendiri merasa kemudian ada yang ya memata-matai dalam ternyata kutik karena safari politik ini gak?
07:43Kalau tadi kan Pak Tekerinda mengucapkan selamatnya, saya gak tau nih selamatnya kepada Pak Jokowi karena memang mau ancar-ancar
07:48juga atau gimana?
07:50Atau sebenarnya apa sih yang lagi disiapkan Pak Jokowi ini sebenarnya?
07:55Ya sebenarnya kalau bicara Pak Jokowi-nya ya dia tidak merasa apa-apa.
07:58Cuman kalau bicara fakta politiknya tentu wajar saja partai-partai lain itu mengkhawatirkan pergerakan Pak Jokowi, apalagi partai-partai tengah
08:07ya.
08:08Karena mau tidak mau tadi kan Drey juga udah sampaikan bahwa Pak Jokowi dukungan rakyatnya masih cukup signifikan.
08:14Kalau beliau melakukan keliling-keliling seluruh Indonesia itu tentu suara signifikan yang akan didapat ya.
08:21Misalnya Pak Jokowi ingin memperjuangkan suara PSI itu juga akan signifikan juga.
08:26Dan ini pasti juga akan menghantui partai-partai lain.
08:29Nah itu fakta politik yang tidak bisa dihindari.
08:31Tapi kalau Audrey tanya apakah Pak Jokowi juga merasa di apa tadi diawasi gitu atau ya saya rasa dia biasa
08:38saja juga gitu.
08:39Karena memang ya dia senang aja untuk ketemu masyarakat apalagi kalau dalam kondisi yang sudah sehat ya.
08:44Apalagi sekarang ini juga kan masyarakat udah banyak juga yang datang ke Solo kan dari udah berapa lama ini kan.
08:49Jadi kalau dia yang sekarang mendatangi kan juga bagus.
08:51Kenapa pertama kali datangnya ke Lampung?
08:54Simbol gajah mungkin itu juga masuk juga.
08:56PSI?
08:56Iya PSI kan partainya kan juga simbol gajah.
08:59Kebetulan juga memang ada relawan dan PSI secara partai juga mengundang Pak Jokowi.
09:04Dari di rakordanya.
09:06Jadi itu yang mungkin jadi pertimbangan Pak Jokowi juga.
09:09Bahwa biasanya kalau politik Jawa itu kan politik simbol.
09:12Dan saya melihatnya juga bagus-bagus juga sih.
09:14Kalau Pak Jokowi-nya udah pakai baju ke meja pakai gambar gajah, topinya gambar gajah.
09:19Terus ke Lampung yang indetik dengan gajah kan.
09:21Gajah bisa main bola dan lain sebagainya gitu.
09:23Dan menurut saya itu bagus-bagus saja sih Pak.
09:25Pak Jokowi ini sebelum safari politik ini kemudian pernah berkonsultasi gak juga dengan ketua umum parpol lain?
09:32Atau dengan...
09:34Ya saya sih gak tahu persis ya bangunan komunikasi Pak Jokowi terhadap para ketua umum partai-partai.
09:40Tapi sebagai orang politik, sebagai negarawan, sebagai orang yang pernah menjabat presiden dua periode.
09:45Saya rasa interaksi apapun dalam bentuk apapun gitu pasti dilakukan.
09:50Oke, Bang Reh ini balik lagi kan dengan Pak Jokowi yang turun safari politiknya.
09:55Publik ini kerap kali mengkritikan parpol-parpol yang kemudian menggunakan dinasti keluarga begitu.
10:02Nah apakah ini kemudian menguatkan kembali bahwa Pak S.I.
10:06Jangan-jangan kembali nih ke dinasti keluarga?
10:08Kalau segala sesuatunya tergantung kepada Pak Jokowi ya, sementara kelihatan pengurus ya dan seterusnya itu tidak muncul sebagai kekuatan baru.
10:19Ya lakob itu gitu ya, pelabelan itu sesuatu yang gak terhindarkan.
10:24Nah pertanyaannya adalah apakah publik kita 2029 yang akan datang sensitif apa enggak dengan dinasti politik.
10:30Karena kalau kita lihat dari 2024 yang lalu, isu dinasti politik ini begitu kencang, salah satunya yang mendorong isu dinasti
10:38itu adalah saya misalnya.
10:39Kan publiknya tetap memilih Prabowo Gibran gitu ya.
10:42Nah tapi kita tidak tahu karena orang mulai misalnya lihat sekarang nih ya proses politik yang kelihatan memang keluarga sangat
10:52gitu.
10:52Itu bisa saja memunculkan ketidaksukaan publik terhadap model-model seperti yang terjadi 2024 yang lalu gitu.
10:59Nah itu mungkin akan dibaca, tetapi bahwa Pak Jokowi satu-satunya figur yang memungkinkan menaikkan elektabilitas PSI dan Gibran,
11:09itu sesuatu yang tak terhindarkan karena gak ada figur-pigur lain di dalam partai ini gitu ya.
11:14Nah yang kedua adalah tinggal nanti mereka atur tuh.
11:17Kalau gitu parpol juga mulai terasa terus sih gak terutama bisa dari gerinder?
11:20Iya dengan sendirinya, misalnya dengan kunjungan ke Golkar ini, ke Lapung, itu satu basisnya Golkar loh ya.
11:27Yang kedua adalah Gerindra juga cukup kuat di sana.
11:32Tapi begini loh, kan pertanyaannya gini, bagaimana nanti melihat pemilih Pak Jokowi 2024 yang memilih partai karena Pak Jokowi gitu.
11:43Nah sekarang kan asumsinya kalau mereka gak ke Golkar, ke Gerindra gitu loh kira-kira itu ya, mungkin ke PAN
11:48gitu.
11:48Tapi tiba-tiba kecewa dengan kinerja Pak Prabowo gitu.
11:52Kan kalau kita lihat sekarang misalnya tingkat kepuasan kepada Pak Prabowo itu ada yang menyebut 74, tapi ada juga yang
11:58menyebut kisaran 60 gitu ya.
12:00Tapi mana yang tepat diantara dua ini is oke, artinya ada penurunan.
12:04Dan boleh jadi ke depan ini akan ada penurunan.
12:07Nah sementara mereka milih partai-partai ini dahulu karena Pak Jokowi.
12:11Karena anaknya bergandengan dengan Pak Prabowo gitu loh.
12:13Dan sekarang ingin mencoba peruntungan.
12:15Dan sekarang mereka, bukan, sekarang mereka kecewa ini.
12:19Oke.
12:19Ya kan kepada Pak Prabowo-nya, kemana migrasi pemilih ini nanti?
12:23Apakah akan kembali ke PDI Perjuangan misalnya?
12:25Atau itu akan kembali ke PSI?
12:27Yang saya khawatirkan adalah mereka akan kembali ke PSI gitu loh ya.
12:32Atau artinya apa?
12:34Kemanapun suara ini pergi, itu akan menarik perlehan suara partai politik yang lain gitu loh kira-kira.
12:39Kalau Pak Jokowi-nya ini kira-kira?
12:40Iya, mungkin tidak ke Pak Jokowi ya.
12:43Bisa saja ke PSI, bisa kembali ke basis utama mereka misalnya.
12:47Migrasi pemilihnya PDI Perjuangan kembali ke PDI gitu ya.
12:50Dan seterus-terusnya.
12:51Tapi yang saya mau katakan, poinnya bukan itu.
12:53Poinnya adalah kemanapun suara ini pergi, akan menarik dukungan kepada partai yang mereka pilih 2024 yang lalu.
13:00Nah kalau Anda mau sebut ancaman, itu salah satu ancamannya.
13:03Mas Mar, saat ini kan kita masih menghadapi banyak persoalan bangsa ya.
13:06Demo masih terjadi di mana-mana saat ini.
13:09Nah pertanyaannya apakah ini juga menjadi kesempatan bagi Pak Jokowi selain tadi datang untuk menguatkan PSI,
13:16menguatkan juga nama anaknya Mas Gibran.
13:19Apakah ini juga kesempatan buat Pak Jokowi kemudian untuk meluruskan hal-hal yang memang perlu diluruskan,
13:24begitu yang ketika mungkin rakyat rindu terhadap sosok Pak Jokowi.
13:28Sudah pasti dong. Saya di beberapa kesempatan saya sampaikan begini,
13:32langkah Pak Jokowi untuk berkeliling ini tidak saja bisa dilihat bahwa langkah untuk menungkrak suara partai Solidarity Indonesia
13:41ataupun memang suara rakyat yang selama ini membersamai Pak Jokowi.
13:46Tapi karena memang sejak awal Pak Jokowi mendukung Pak Prabowo dan Mas Gibran sebagai anaknya
13:52untuk menjadi presiden dan wakil presiden,
13:54maka secara otomatis juga itu akan membawa aura positif buat pemerintahan.
13:59Setidaknya Pak Jokowi ketika berinteraksi dengan masyarakat,
14:02banyak pertanyaan masyarakat terhadap pemerintah ini yang bisa langsung dijawab langsung sama Pak Jokowi
14:06untuk meyakinkan masyarakat bahwa negara yang memang sedang banyak soal ini
14:11akan bisa diatasi dengan kesatuan dan lain sebagainya.
14:14Saya rasa itu juga akan menjadi fokusnya Pak Jokowi ketika berkeliling.
14:18Berarti artinya ini semakin menguatkan juga pernyataannya Bang Rai ketika tadi ada masyarakat yang kecewa
14:23dengan apa yang dihadapi saat ini Indonesia dengan Pak Jokowi turun safari politik,
14:28turun ke daerah-daerah kekecamatan-kecamatan.
14:30Ini juga sekaligus jangan-jangan nih Pak Jokowi yang bisa mengobati hati lukanya masyarakat.
14:35Bisa ya, tapi saya sih melihatnya tunggu pidato-pidatonya dulu nih.
14:41Tapi akan berani menyentil lagi Pak Jokowi.
14:44Itu makanya kita tunggu pidatonya dulu nih.
14:46Khususnya nanti setelah Lampung ini, beliau bicara apa di Lampung.
14:49Yang paling penting itu kan satu hal yang menurut saya ya,
14:53agak berbeda kita melihat cara berkomunikasi Pak Jokowi dengan tokoh-tokoh partai politik yang lain.
14:59Pak Jokowi berkomunikasi selalu dengan simbol ya.
15:02Dan kadang-kadang mengucapkan sesuatu yang sebetulnya kebalikan dari apa yang dikakakan beliau itu.
15:07Jadi itu harus kita lihat dulu, misalnya, ini misal ya, ayo kita perkuat Prabowo Gibran.
15:15Dua periode.
15:16Itu aja dulu kalimatnya, kalimatnya.
15:18Jangan-jangan yang sebaliknya sebetulnya yang dimaksudkan.
15:21Ini contoh ya.
15:21Jadi cara membaca itu, Pak Jokowi itu harus lebih ekstra hati-hati lah ya.
15:29Gak bisa kita lihat apa yang terucap itu yang sebetulnya gitu ya.
15:32Itu yang saya sebut tadi itu.
15:33Nah, oleh karena itu mungkin kita tunggu nih pidato pertama beliau nanti di Lampung seperti apa.
15:38Dan dari situ kan kita lihat kemana alurnya sebenarnya dari perjalanan ini ke depan.
15:42Karena masih panjang 2021.
15:43Tapi gak panjang-panjang juga ya sebenarnya?
15:45Iya, iya, iya.
15:45Dari tengah-tengah lagi ya?
15:47Iya, pasti nanti di Ternah ada yang berubah.
15:49Oke.
15:49Itu biasa nanti.
15:50Baik.
15:51Bang Reh, terima kasih.
15:52Selamat malam, Bapak-Bapak.
Komentar