Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 8 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengaku turun langsung menjadi project manager guna urusan batu bara PLN dalam dua pekan terakhir.

Bahlil menyebut langkah itu dilakukan setelah pemerintah membedah persoalan pasokan batu bara untuk pembangkit listrik bersama sejumlah pihak, termasuk PLN dan instansi terkait.

Menurut Bahlil, kebutuhan batu bara PLN sepanjang tahun mencapai 154 juta metrik ton.

Dengan kontrak pasokan yang telah mencapai sekitar 141 juta ton hingga Juni, ia mempertanyakan kemungkinan batu bara disebut habis hanya dalam enam bulan.

Pemerintah pun menyoroti kebutuhan batu bara berkalori tinggi untuk campuran pembangkit serta menyiapkan pengawasan pengadaan energi primer agar persoalan pasokan tidak berulang.

Produser: Prayogi Haro

Editor: Novaltri

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/677096/menteri-esdm-bahlil-turun-tangan-jadi-project-manager-pln-masa-batu-bara-habis-dalam-6-bulan-ini
Transkrip
00:00Oke, saya seterahin selalu bicara mengenai PLN.
00:03Bapak-Ibu semua, ini udahlah, ini supaya jangan kita mau ketikulah ya, aku malah juga ngomongnya bohong-bohong terus.
00:10Bapak-Ibu semua, PLN, orang kan selalu mengatakan tentang batu barang.
00:18Tahu gak masalahnya apa?
00:20Nah, kemarin saya rapat sama Jasalu, Kepala BIN, DPR, Bepidang DPR pada ASKO, saya, Mensesnet, Seska.
00:38Kita berjahin, apa ini masalah sudah PLN?
00:42Karena PLN datang tahun 2022, juga begini, bahkan 2022 itu sempat kita melalang ekspor batu barang.
00:52Begitu, Pak Dada.
00:54Saya mau tanya sebenarnya apa sih? Akhirnya aku pimpin rapat, Bos.
01:00Saya, 10 hari terakhir jabatan saya, Menteri SD, merangkap PM PLN di Pekanan Batu Barang.
01:06Project Manager.
01:08Jadi ngurus batu barang sekarang.
01:10Sampai saya tahu lokasi cara bagaimana mengirimnya.
01:16Tahu gak?
01:17Total kebutuhan kita untuk PLN, Batu Barang, selama setahun,
01:23pembangkitnya, itu total 154 juta metrik ton.
01:30154 juta metrik ton.
01:33Karena kita punya aturan DMO oleh undang-undang,
01:36yang ini Pak Bambang sampaikan juga kepada anggota komisi 12.
01:40Jadi, kalau saran saya, anggota komisi 12 itu,
01:43baca dulu, baru bicara.
01:47Dari 100, dari RKB yang dikeluarkan,
01:52penungkasannya Pak Bambang,
01:54kepada perusahaan-perusahaan itu,
01:57180 sampai 190 juta metrik ton.
02:02Yang sudah diverifikasi dan sudah menyatakan kesediaannya,
02:07itu 160 juta sampai 170 juta ton.
02:11Yang sudah dikontrak oleh PLN, sudah kontrak nih,
02:16itu 134 juta metrik ton.
02:19Terakhir, 3 hari lalu, sudah mencapai 141 juta metrik ton.
02:26Artinya, ini dari 1 Januari sampai dengan bulan Juni.
02:31Dari 154 juta, kurang 141 juta,
02:35itu kan berarti tinggal 13 juta.
02:37Masa batubara habis,
02:40di bulan 6,
02:42ini ilmu abuliki apa lagi?
02:45Kayaknya aku junjur-junjur aja nih.
02:49Berarti kan ada sesuatu.
02:53Ternyata kita cek,
02:56ada medium,
02:58batubara yang kalorinya di atas 5 ribu,
03:01untuk campur.
03:02Inilah yang dibutuhkan.
03:05Nah, kalau pemerintah memberikan demo,
03:07teknisnya kan kamu,
03:10perusahaan.
03:12Begitu loh,
03:13jangan air sudah dipotar layar kalau teriak.
03:16Nah, makanya saya 2 minggu terakhir ini,
03:18sudah jadi proyek manajer PLN.
03:21Saya sudah ngomong salah satu hari untuk PLN,
03:23saya jadi proyek manajer kau baru begini.
03:25Nah, karena seperti itu,
03:27maka,
03:28atas arahan Bapak Presiden,
03:30kami tidak pingin kejadian ini terurang lagi.
03:33Sekarang kan bekerja normal ini sekarang.
03:35Dari beberapa yang harus ekspor keluar,
03:38kita tahan.
03:39kebetulan dalam region.
03:41Nah, mulai ke depan,
03:43kita membentuk tim pengadaan energi primer.
03:47Melibatkan BPKP,
03:50Dispertur General, PLN,
03:53Batubara.
03:54Pengadaannya harus transparan.
03:55Dan saya minta para pendidikan,
03:57aku mengawasi.
03:58Supaya jangan kelapuan begini setiap tahun untuk muncul terus.
04:01Nah, ini kira-kira kondisi PLN.
04:05Kita doakan,
04:07semoga PLN tetap namakan penjangan dan perusahaan listrik negara.
04:12Tidak diperlintir ke yang lain-lain.
04:14Karena bagaimanapun ini,
04:15PLN ini adalah menyangkut hajat hidup orang banyak.
04:19Dan karena itu menjadi kewajiban kita,
04:21khususnya pemerintah dan PLN,
04:23untuk menjaga dan memastikan,
04:25agar masyarakat dapat melayani dengan baik.
04:28Memang ada masalah teknis,
04:30ada masalah
04:34maintenance,
04:35tapi saya tidak perlu menjelaskan di sini,
04:37karena itu cukup setengah kamar.
Komentar

Dianjurkan