00:00Oke, saya seterahin selalu bicara mengenai PLN.
00:03Bapak-Ibu semua, ini udahlah, ini supaya jangan kita mau ketikulah ya, aku malah juga ngomongnya bohong-bohong terus.
00:10Bapak-Ibu semua, PLN, orang kan selalu mengatakan tentang batu barang.
00:18Tahu gak masalahnya apa?
00:20Nah, kemarin saya rapat sama Jasalu, Kepala BIN, DPR, Bepidang DPR pada ASKO, saya, Mensesnet, Seska.
00:38Kita berjahin, apa ini masalah sudah PLN?
00:42Karena PLN datang tahun 2022, juga begini, bahkan 2022 itu sempat kita melalang ekspor batu barang.
00:52Begitu, Pak Dada.
00:54Saya mau tanya sebenarnya apa sih? Akhirnya aku pimpin rapat, Bos.
01:00Saya, 10 hari terakhir jabatan saya, Menteri SD, merangkap PM PLN di Pekanan Batu Barang.
01:06Project Manager.
01:08Jadi ngurus batu barang sekarang.
01:10Sampai saya tahu lokasi cara bagaimana mengirimnya.
01:16Tahu gak?
01:17Total kebutuhan kita untuk PLN, Batu Barang, selama setahun,
01:23pembangkitnya, itu total 154 juta metrik ton.
01:30154 juta metrik ton.
01:33Karena kita punya aturan DMO oleh undang-undang,
01:36yang ini Pak Bambang sampaikan juga kepada anggota komisi 12.
01:40Jadi, kalau saran saya, anggota komisi 12 itu,
01:43baca dulu, baru bicara.
01:47Dari 100, dari RKB yang dikeluarkan,
01:52penungkasannya Pak Bambang,
01:54kepada perusahaan-perusahaan itu,
01:57180 sampai 190 juta metrik ton.
02:02Yang sudah diverifikasi dan sudah menyatakan kesediaannya,
02:07itu 160 juta sampai 170 juta ton.
02:11Yang sudah dikontrak oleh PLN, sudah kontrak nih,
02:16itu 134 juta metrik ton.
02:19Terakhir, 3 hari lalu, sudah mencapai 141 juta metrik ton.
02:26Artinya, ini dari 1 Januari sampai dengan bulan Juni.
02:31Dari 154 juta, kurang 141 juta,
02:35itu kan berarti tinggal 13 juta.
02:37Masa batubara habis,
02:40di bulan 6,
02:42ini ilmu abuliki apa lagi?
02:45Kayaknya aku junjur-junjur aja nih.
02:49Berarti kan ada sesuatu.
02:53Ternyata kita cek,
02:56ada medium,
02:58batubara yang kalorinya di atas 5 ribu,
03:01untuk campur.
03:02Inilah yang dibutuhkan.
03:05Nah, kalau pemerintah memberikan demo,
03:07teknisnya kan kamu,
03:10perusahaan.
03:12Begitu loh,
03:13jangan air sudah dipotar layar kalau teriak.
03:16Nah, makanya saya 2 minggu terakhir ini,
03:18sudah jadi proyek manajer PLN.
03:21Saya sudah ngomong salah satu hari untuk PLN,
03:23saya jadi proyek manajer kau baru begini.
03:25Nah, karena seperti itu,
03:27maka,
03:28atas arahan Bapak Presiden,
03:30kami tidak pingin kejadian ini terurang lagi.
03:33Sekarang kan bekerja normal ini sekarang.
03:35Dari beberapa yang harus ekspor keluar,
03:38kita tahan.
03:39kebetulan dalam region.
03:41Nah, mulai ke depan,
03:43kita membentuk tim pengadaan energi primer.
03:47Melibatkan BPKP,
03:50Dispertur General, PLN,
03:53Batubara.
03:54Pengadaannya harus transparan.
03:55Dan saya minta para pendidikan,
03:57aku mengawasi.
03:58Supaya jangan kelapuan begini setiap tahun untuk muncul terus.
04:01Nah, ini kira-kira kondisi PLN.
04:05Kita doakan,
04:07semoga PLN tetap namakan penjangan dan perusahaan listrik negara.
04:12Tidak diperlintir ke yang lain-lain.
04:14Karena bagaimanapun ini,
04:15PLN ini adalah menyangkut hajat hidup orang banyak.
04:19Dan karena itu menjadi kewajiban kita,
04:21khususnya pemerintah dan PLN,
04:23untuk menjaga dan memastikan,
04:25agar masyarakat dapat melayani dengan baik.
04:28Memang ada masalah teknis,
04:30ada masalah
04:34maintenance,
04:35tapi saya tidak perlu menjelaskan di sini,
04:37karena itu cukup setengah kamar.
Komentar