Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV Konflik di Jalur Gaza kembali memakan korban jiwa dari kalangan anak-anak. Seorang bocah laki-laki berusia 12 tahun dilaporkan tewas setelah serangan pesawat tak berawak Israel menghantam kawasan pengungsian Al-Mawasi di Gaza selatan.

Informasi mengenai korban disampaikan oleh pejabat kesehatan yang menangani perawatan di Rumah Sakit Nasser. Serangan yang menghantam kamp tenda pengungsian tersebut juga menyebabkan sedikitnya tujuh orang lainnya mengalami luka-luka. Salah satu korban dilaporkan berada dalam kondisi kritis dan masih menjalani perawatan intensif.

Ayah korban, Sabri Mohsen Al-Raqeb, mengungkapkan kesedihannya atas peristiwa tersebut. Menurutnya, anak-anak yang menjadi korban tidak terlibat dalam konflik dan hanya menjalani aktivitas sehari-hari ketika serangan terjadi.

Al-Mawasi selama ini menjadi lokasi pengungsian bagi ribuan warga Palestina yang meninggalkan rumah mereka akibat konflik berkepanjangan di Jalur Gaza. Di tengah keterbatasan fasilitas dan memburuknya kondisi kemanusiaan, serangan tersebut kembali menambah daftar korban sipil, termasuk anak-anak.

Militer Israel menyatakan bahwa serangan tersebut menargetkan anggota Hamas. Namun hingga kini belum ada penjelasan rinci mengenai identitas target maupun kondisi yang melatarbelakangi operasi tersebut.

Peristiwa ini terjadi di tengah meningkatnya sorotan internasional terhadap dampak perang bagi anak-anak di Gaza. Dalam laporan terbaru Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sekitar 30 persen warga Palestina yang tewas dalam periode Oktober 2023 hingga Oktober 2025 merupakan anak-anak. Jumlahnya diperkirakan melebihi 20 ribu jiwa, sementara banyak lainnya dilaporkan hilang atau dimakamkan tanpa identitas.

Pemerintah Israel menolak tuduhan yang muncul dalam laporan tersebut. Israel menegaskan operasinya tidak ditujukan kepada warga sipil dan menyebut laporan komisi PBB tidak berdasar. Kementerian Luar Negeri Israel juga menilai lembaga PBB tidak objektif dalam menjalankan penyelidikannya.

#Gaza #Palestina #Israel #KonflikGaza #AlMawasi #AnakPalestina

Baca Juga Drone Militer Israel Hantam Mobil di Gaza, Tiga Orang Tewas | SAPA PAGI di https://www.kompas.tv/internasional/675978/drone-militer-israel-hantam-mobil-di-gaza-tiga-orang-tewas-sapa-pagi

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/677027/bocah-12-tahun-tewas-dalam-serangan-drone-israel-di-kamp-pengungsian-gaza-sapa-siang
Transkrip
00:00Sementara itu saudara konflik di jalur Gaza kembali memakan korban jiwa dari kalangan anak-anak.
00:05Seorang bocah berusia 12 tahun dilaporkan tewas setelah serangan pesawat tak berawak Israel
00:11menghantam kawasan pengungsian Al-Mawasi di Gaza Selatan.
00:19Seorang anak laki-laki berusia 12 tahun dilaporkan tewas dalam serangan pesawat tak berawak Israel
00:25yang terjadi di wilayah selatan Gaza.
00:27Informasi itu disampaikan pejabat kesehatan yang menangani korban di rumah sakit Naser.
00:34Serangan yang menghantam kawasan kam tenda Al-Mawasi itu juga menyebabkan sedikitnya 7 orang lainnya mengalami luka-luka.
00:42Salah satu korban dilaporkan berada dalam kondisi kritis dan masih menjalani perawatan intensif.
00:58Al-Mawasi selama ini menjadi lokasi pengungsian bagi warga Palestina yang meninggalkan rumah mereka
01:04akibat konflik berkepanjangan di jalur Gaza.
01:07Di tengah keterbatasan fasilitas dan kondisi kemanusiaan yang memburuk,
01:12serangan itu kembali menambah daftar korban sipil termasuk anak-anak.
01:16Militer Israel menyatakan serangan itu menargetkan anggota Hamas,
01:21namun hingga kini belum ada penjelasan rinci mengenai identitas target maupun kondisi yang melatar belakangi operasi itu.
01:30Persiwa serangan itu terjadi bersamaan dengan meningkatnya sorotan internasional perihal dampak perang terhadap anak-anak di Gaza.
01:38Laporan PBB terbaru yang dirilis pekan ini mencatat sekitar 30 persen dari warga Palestina
01:44yang tewas antara Oktober 2023 hingga Oktober 2025 merupakan anak-anak.
01:52Jumlahnya diperkirakan melampaui 20 ribu jiwa.
01:56Sementara banyak lainnya dilaporkan masih hilang atau dimakamkan tanpa identitas.
02:03Pemerintah Israel menolak seluruh tuduhan itu.
02:05Israel menegaskan bahwa operasinya tidak ditujukan kepada warga sipil
02:11dan menyebut laporan Komisi PBB sebagai tuduhan yang tidak berdasar.
02:16Menurut Kementerian Luar Negeri Israel, laporan itu fitnah palsu
02:21dan menilai lembaga PBB tidak objektif dalam menjalankan penyelidikannya.
Komentar

Dianjurkan