Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 11 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan arah kebijakan penguatan fiskal daerah melalui peningkatan Transfer ke Daerah (TKD).

Dalam paparannya, ruang kenaikan anggaran disebut berada di kisaran sekitar Rp40 triliun hingga berpotensi mencapai Rp90 triliun, tergantung hasil pembahasan dalam APBN 2027, dengan tetap menjaga disiplin fiskal nasional.

Pemerintah menegaskan kebijakan ini diarahkan untuk memperkuat kualitas belanja daerah, mendorong pertumbuhan yang lebih merata, serta menjaga defisit tetap dalam batas aman di bawah 3% PDB.

Selain itu, penguatan juga didorong melalui pembiayaan inovatif daerah, termasuk skema dari PT Sarana Multi Infrastruktur untuk mendukung proyek pembangunan seperti sekolah, rumah sakit, PDAM, dan infrastruktur daerah.

Produser: Prayogi Haro

Editor: Joshua

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/676303/purbaya-jelaskan-fiskal-transfer-ke-daerah-bisa-naik-rp40-90-triliun-tkd-diperkuat-di-apbn-2027
Transkrip
00:00Setelah setengah arah kebijakan nasional tersebut,
00:02penguatan fiskal daerah menjadi salah satu instrumen yang penting
00:06untuk meningkatkan kualitas belanja dan menorong pertumbuhan yang lebih merata.
00:11Tadi Pak Tamsil atau Pak Ahmad yang minta
00:18berita yang lebih cerah untuk daerah tahun depan.
00:23Jadi kira-kira untuk sekarang,
00:26sementara ada peningkatan sekitar 40 triliun untuk daerah,
00:31tapi rangenya bisa naik sampai 90 triliun,
00:35tergantung nanti diskusi di APBN-nya seperti apa ya.
00:40Jadi ruang itu terbuka.
00:44Naik, pasti naik.
00:47Cuman kan mohonnya naik yang besar,
00:49tapi tetap kita lihat keadaan-keadaan kita seperti apa.
00:52Karena satu acuanya adalah jangan sampai kita lewat 3 persen.
00:56Karena kita diawasin oleh lembaga-lembaga dunia yang
01:00melihat apakah kita bisa menjalankan kebijakan yang perudan atau tidak.
01:04Begitu tidak perudan, mereka akan menghukum kita.
01:07Jadi saya hati-hati di sekali di situ.
01:10Palingan itu, penguatan kebijakan fiskal ke daerah
01:13dipokuskan pada upaya optimalisasi pendapatan,
01:16penguatan belanja yang berkualitas,
01:18dan mendorong pembiayaan yang kreatif dan inovatif.
01:22Coba Pak Askolani, coba pembiayaan inovatif Bapak untuk daerah
01:25yang bisa dipakai selama ini yang dipraktekan,
01:27yang bisa membantu program pembangunan daerah.
01:32Terima kasih, Pak Menteri.
01:33Pak Ketua, Pak Petrus Kalin.
01:36Salah satu adalah melakukan pinjaman dukungan dari SMI, Pak Menteri.
01:40Dengan tiket bunga yang relatif rendah.
01:42Banyak proyek yang bisa dilakukan Pemda, Pak.
01:45Mulai dari bangun sekolah, bangun rumah sakit,
01:48BDAM, bangun jalan,
01:50yang tentunya ini kita juga dukung ke depan.
01:54Macuritannya berapa tahun?
01:55Bisa sampai lima tahun, Pak Petrus.
01:59Atau lebih ya?
02:00Sekolah lima tahun.
02:01Jadi ada sumber pembiayaan dari SMI
02:05untuk pembangunan daerah yang bisa dimanfaatkan
02:07dengan bunga yang relatif rendah,
02:10macuritnya lima tahun atau lebih.
02:12Jadi daerah masih tetap bisa membangun
02:15walaupun misalnya ada kekurangan sedikit di anggaran dia.
02:19Melalui langkah-langkah tersebut,
02:21diharapkan kapasitas fiskal daerah semakin kuat
02:23sehingga mampu mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,
02:27pemerataan pembangunan,
02:28dan peningkatan kejahatan masyarakat di daerah.
02:32Untuk memastikan agar penguatan kebijakan fiskal daerah
02:36dapat berjalan efektif dan berkelanjutan,
02:38pemerintah terus memperkuat
02:40kerangka hubungan keuangan pusat dan daerah atau HKPD
02:43melalui berbagai reformasi tata keolah hubungan keuangan pusat dan daerah,
02:48standardisasi proses bisnis transfer ke daerah,
02:52pembuatan fiskal daerah,
02:53sinergi fiskal pusat dan daerah,
02:55termasuk melalui penyusunan KMPPKF regional.
02:59Di samping itu,
03:02sebagai bagian dari pembuatan akuntabilitas,
03:04pemerintah terus mendorong pelaksanaan monitoring dan evaluasi
03:08yang lebih terintegrasi serta mendukung pengembangan
03:11manajemen risiko fiskal daerah yang lebih solid
03:14untuk menjaga stabilitas dan kesenamukan fiskal ke depan.
Komentar

Dianjurkan