00:00Soal kelangkaan batu bara, Pak, mungkin bisa diulang, Pak?
00:02Gimana?
00:03Soal kelangkaan batu bara, Pak?
00:04Batu bara tidak ada kelangkaan.
00:07Kenapa?
00:08Empat hari ini berturut-turut saya rapat terus dengan PLN.
00:13Kebutuhan PLN itu,
00:15satu tahun,
00:17154 juta metrik ton batu bara.
00:20Dari 154 juta metrik ton batu bara,
00:23dari Dirjen Menerba sudah memberikan penugasan kepada perusahaan-perusahaan
00:27yang mengelola konsisi batu bara sebesar 180-190 juta.
00:34PLN sudah melakukan kontrak dengan perusahaan-perusahaan itu 134 juta.
00:40Artinya tinggal kurang sekitar 18 juta, kan?
00:45Dimananya ada keurangan.
00:48Nah, tapi teknisnya,
00:50untuk sampai di power plannya itu bukan tugas Dirjen Menerba.
00:55Itu sudah merupakan teknis daripada manajemen logistik yang dilakukan oleh PLN.
01:03Itu.
01:03Jadi pemerintah punya kewajiban adalah
01:05menyiapkan alokasi perusahaannya apa
01:08dan segera mendorong untuk kontrak.
01:12Begitu kontrak selesai,
01:13urusan berikutnya adalah bukan lagi pemerintah.
01:15Itu adalah urusan teknis yang dilakukan oleh PLN.
01:18Kira-kira begitu, Mas.
01:19Bagaimana memitigasi agar tidak ada pemadaman lagi
01:23yang jadi antara pemerintah PLN?
01:26Mitigasinya itu?
01:27Mitigasinya adalah kami melakukan rapat evaluasi,
01:30kontrol kepada PLN.
01:33Masalahnya yang PLN sampaikan itu adalah
01:35mereka kekurangan medium,
01:38kalori yang medium.
01:39Tapi itu kan teknis mereka.
01:44Sama maintenance.
01:46Maintenance-nya.
01:47Tadi saya sampai di jalan juga,
01:49saya bicara sama Pak Dirut,
01:51saya katakan bahwa segera melakukan langkah-langkah yang terukur
01:54agar hal-hal yang tidak diinginkan tidak terjadi
01:57termasuk dalamnya adalah pemadaman
02:01yang dikeluhkan oleh rakyat.
02:03Kira-kira itu, Pak.
02:04Pemerintah ketegas.
02:05Saya sudah kurang tegas apa lagi,
02:07sudah kita kasih ultimatum.
02:08Nah, tinggal teknis implementasinya di PLN.
02:13Jadi sekali lagi ya,
02:14yang mengoperasikan listrik itu bukan dirjen listrik ya,
02:18bukan ya, bukan kita.
02:19Kita regulasinya,
02:21yang mengeksekusi itu adalah PLN.
02:23Nah, tugas saya sebagai Menteri SDM
02:25yang membawa, yang memiliki energi,
02:28melakukan penawasan
02:30dan meminta kepada PLN
02:32sebagai eksekutor terhadap listrik
02:34untuk melakukan percepatan mitigasi
02:36yang terukur agar
02:38bisa kita lakukan pelayanan yang baik.
02:41Pak, kemarin kan
02:44imbas selat humus itu kan
02:46BBM menaik, Pak.
02:47Ini ada genjata-senjata,
02:48sudah mau damai.
02:49Apakah ada potensi penurunan harga BBM?
02:54Yang pemerintah sampaikan dari awal bahwa
02:58sekalipun geopolitik terjadi
03:00di Timur Tengah yang berdampak pada penutupan selat humus,
03:05harga minyak dunia akan naik.
03:07Tetapi harga subsidi,
03:10bensin dan LPG,
03:12itu tidak akan naik
03:13sampai dengan harga ICP-nya 100 dolar.
03:17Itu kita clear ya,
03:18sejak dari awal saya ngomong itu.
03:20Dan Alhamdulillah,
03:21itu tidak naik.
03:23Untuk subsidi ini.
03:24Yang non-subsidi,
03:26yang untuk RON 9293,
03:29itu kan baru naik kurang lebih sekitar
03:31dua minggu lalu.
03:33Dua minggu lalu.
03:34Dua minggu lalu.
03:35Itu berdasarkan permen,
03:37ESDM,
03:38harga non-subsidi itu berlaku harga pasal.
03:41Tetapi teman-teman juga harus melihat bahwa
03:45di saat negara lain harganya sudah naik,
03:48Indonesia kan masih belum naik.
03:50Yang untuk RON 9295,
03:53terkecuali yang RON 98 sama
03:56turbo,
03:57solar.
03:58Itu memang sudah naik.
04:00Karena itu berlaku harga pasal.
04:02Nah, ke depan,
04:03kita lihat,
04:05kalau harganya memang potensinya turun,
04:07pasti akan melakukan penyesuaian
04:09dengan harga itu.
04:10ya.
04:12Terima kasih.
04:15Terima kasih.
04:37Sudara kecepatan informasi dan akurasi data adalah komitmen kami.
04:42Satu langkah lebih dekat,
04:44satu langkah lebih terpercaya.
04:46Saksikan Sapa Indonesia Malam di Kompas TV Channel 11 di televisi Anda.
Komentar